Sedekah itu Mudah

Menulis ini dengan hati yang bercampur aduk. Melihat berita, banyak sekali yang menjadi korban di Jakarta, media sosial diblokir agar tidak dapat mengirim dan menerima gambar, hingga wafatnya K.H. Arifin Ilham.

Saya memilih untuk tidak mencari tahu lebih jauh tentang berita-berita di Jakarta. Kenapa? Takut bikin nyesek. Gak tega melihat kekerasan yang terjadi. Dan lagipula, saya sudah tidak terlalu percaya media mainstream hehe… Semua ada kecenderungannya. Entahlah, sudah sejak lama saya tidak terlalu berharap pada media-media tersebut. Biasanya, saya mencari kabar di media sosial, ya, walaupun tetap menggunakan filter. Nah, karena media sosial pun sudah dibatasi oleh pejabat yang terhormat, ya, saya fokus yang lain dulu, deh.

Sedih sekali. Marah, kecewa, semua perasaan itu sudah berkumpul dalam diri. Hanya bisa berdoa, semoga Allah karuniakan jalan yang terbaik, dan selalu melindungi negara ini dari tangan-tangan orang yang jahil dan zhalim. Aamiin.

Wah prolognya kepanjangan ya.. Hehe.. Hari ini, tema menulis tentang sedekah. Ah iya, sampai lupa, kalau bulan Ramadan juga bulan dianjurkan untuk memperbanyak sedekah. Nyambung deh sama tulisan kemarin tentang cara mengatur THR.

Kenapa sih harus bersedekah? Masing-masing ‘kan sudah dijamin rezekinya, kalau mau dapet rezeki yang banuak, ya kerja dong, jangan males-malesan. Hehe. Ini komen netizen julid, kalau bahasa sekarang. πŸ™‚

Kalau gak ada orang miskin, apa bisa ada orang kaya? Kalau gak ada orang miskin, lalu zakat nanti untuk siapa? Kalau gak ada orang miskin, lalu bagaimana orang mampu bisa belajar memberi,belajar berempati?

Lagipula, hidup itu berputar. Semua akan dipergilirkan oleh Allah. Misal nih, mungkin yang dulunya berada, bisa jadi lima tahun kemudian, ternyata ia bangkrut, lalu jatuh miskin. Atau sebaliknya. Kita, tidak pernah tahu, apakah di masa yang akan datang, justru kita yang memerlukan sedekah.

β€œHarta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya.” (HR. Muslim, no. 2588)

Jangan takut uang kita akan habis kalau bersedekah. Jangan galau kalau sedekah, THR akan habis. Hehe. Insya Allah akan diganti dengan yang lebih baik lagi.

Terus, kalau kita gak punya apa-apa untuk bersedekah, lalu bagaimana? Apakah sedekah itu hanya untuk orang-orang kaya atau orang yang tajir melintir aja? Hehe.. Ternyata gak juga kok. Kita pun, yang merasa masih kekurangan dari segi finansial, atau pas-pasan sekali, tetap bisa bersedekah, loh. Bagaimana caranya?

β€œjauhilah api neraka, walau hanya dengan bersedekah sebiji kurma. Jika kamu tidak punya, maka bisa dengan kalimah thayyibah” (HR. Al Bukhari 6539, Muslim 1016)

Satu biji kurma pun sudah jadi sedekah. Bila tidak ada, kita bisa mengucapkan kalimat thayyibah. Mudah, bukan?

Oh iya, ada lagi yang lebih mudah, sedekah senyum dan berwajah ceria di hadapan teman kita, juga terhitung sedekah, loh.

β€Žβ€œSenyummu terhadap wajah saudaramu adalah sedekah.” (HR. Tirmidzi 1956)

β€Žβ€œJanganlah engkau meremehkan kebaikan sekecil apapun, walaupun itu berupa cerahnya wajahmu β€Žterhadap saudaramu.” (HR. Muslim no. 2626)

Wuiiih, ternyata, mudah loh untuk bersedekah. Siapapun bisa. Apalagi di bulan Ramadan ini, semua kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya. Yuk ah, kita mulai bersedekah. Dari apa yang kita miliki. Tak harus rupiah, tapi bisa juga dollar, hehehe..

Ups, maksudnya, tak harus rupiah, namun dengan berwajah cerah dan senyum merekah pun, sudah dinilai sedekah. πŸ™‚

~ Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu ~

~ Bergeraklah, karena diam berarti kematian ~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *