Biaya Pendidikan Tinggi, Siapkan Asuransi Pendidikan Sejak Dini

“Hah? Ini serius, biaya masuk untuk sekolah dasar saat ini sudah sebegitu tingginya? Dulu saat lkuliah saja, biaya satu semester masih lebih murah dibandingkan dengan biaya sekolah dasar anak saat ini!”

Itu adalah kalimat yang terlintas dalam benak saya saat saya membaca brosur dari beberapa sekolah dasar yang ada di kota kami. Biayanya sudah tinggi sekali, bahkan ada sekolah dasar dengan uang pangkal yang harus dibayarkan total sekitar 50 juta rupiah. Pikir saya, ini seperti mau DP rumah saja, apa lebih baik untuk menabung biaya berangkat haji saja? Sekolah swasta lain pun rata-rata meminta uang masuk di sekitar 20 juta rupiah.

Biaya pendidikan sekolah dasar yang cukup fantastis ini memang untuk sekolah dasar swasta. Kalau mau biaya pendidikan yang terjangkau, kita memang bisa memilih untuk menyekolahkan anak di sekolah negeri. Namun tidak semua bisa menyekolahkan anaknya di sekolah negeri saat ini. Ada beberapa alasan orang tua tidak bisa menyekolahkan anaknya di sekolah negeri, seperti syarat usia untuk sekolah dasar negeri yang mengharuskan si anak minimal berusia 7 tahun, lalu terkait adanya aturan zonasi sekolah negeri saat ini, sedangkan jumlah sekolah negeri masih sangat terbatas, bila dibandingkan dengan jumlah penduduk di sekitarnya. Orang tua yang tinggal cukup jauh dari sekolah negeri, harus memutar otak untuk menyekolahkan anaknya di sekolah swasta, karena biayanya yang sangat tinggi.

Tentunya setiap orang tua menginginkan anaknya mendapatkan pendidikan yang terbaik, bahkan rela untuk bekerja keras, dan mengorbankan kesejahteraan dirinya demi menyediakan fasilitas pendidikan terbaik bagi sang anak. Tapi saat ini, kita tidak hanya cukup untuk bekerja keras untuk mempersiapkan dana pendidikan anak, namun juga akan lebih baik jika disertai dengan rencana dana pendidikan yang matang. Biaya pendidikan semakin lama akan semakin tinggi, belum lagi dampak dari inflasi yang mempengaruhi nilai mata uang. Nilai uang saat ini akan jauh lebih rendah dibandingan dengan nilai uang yang sama beberapa tahun lagi. Sedangkan semua biaya yang dibutuhkan akan selalu bertambah dari waktu ke waktu.

Dulu, ketika saya masih kecil, ibu saya mempersiapkan dana pendidikan untuk anak-anaknya dengan asuransi dana pendidikan. Setiap bulan, agen asuransi tersebut datang ke rumah, agar ibu saya dapat menyetorkan iuran asuransi bulan tersebut. Tentu saja, zaman saya kecil dulu belum ada fasilitas transfer atau membayar premi asuransi melalui fasilitas daring seperti saat ini, bukan? Momen ketika sang bapak agen asuransi datang ke rumah, menjadi salah satu memori masa kecil yang tidak saya lupakna. Saya begitu ingat dengan wajah sang bapak yang ramah tersebut, karena setiap ke rumah, beliau selalu menyapa saya dan adik, juga terkadang memberikan makanan mkecil untuk kami berdua.

Ketika saya duduk di bangku SMA, tempat ayah saya bekerja melakukan pemangkasan jumlah karyawan sebanyak 3000 orang, dan ayah saya termasuk di dalam karyawan yang diputus hubungan kerja oleh perusahaan. Tentu saja hal ini membuat keluarga kecil kami cukup terguncang. Selama ini ayah sebagai pencari nafkah utama, sedangkan ibu saat itu tidak bekerja di ranah publik. Praktis ketika ayah harus kehilangan pekerjaan, keluarga kami berada di titik terendah secara finansial. Meskipun ayah tetap mendapatkan uang pesangon, namun jika tidak dikelola dengan baik, uang pesangon tersebut hanya akan habis begitu saja untuk memenuhi kebutuhan keluarga kami. Perjalanan pendidikan saya dan adik pun masih cukup panjang. Adik saya bahkan baru saja masuk SMA. Belum lagi memikirkan bagaimana dengan biaya kuliah kelak? Tentunya akan lebih banyak lagi kebutuhan di masa yang akan datang.

Alhamdulillah, saat itu, uang asuransi pendidikan yang selama ini ibu saya bayarkan, sudah bisa diambil. Sehingga dapat memenuhi sebagian kebutuhan dana pendidikan bagi saya dan adik saya saat itu. Meskipun memang saat itu dana pendidikan dari asuransi masih belum bisa menutupi biaya kebutuhan pendidikan, namun saya sudah merasakan keuntungan dari produk asuransi yang ibu saya ikuti.

Dari pengalaman keluarga kami, saya jadi belajar banyak hal, bahwa memang kita harus melek finansial. Harus mengerti apa saja produk yang bisa kita gunakan sebagai sarana untuk mempersiapkan kebutuhan dana di masa yang akan datang, seperti biaya pendidikan, biaya kesehatan, dan biaya untuk hari tua nanti. Semakin hari, biaya pendidikan akan semakin tinggi. perjalanan pendidikan anak pun cukup panjang. Sebagai orang tua, tentu kita menginginkan pendidikan yang terbaik dan setinggi-tingginya bagi anak. Biaya kesehatan juga perlu dipersiapkan dengan matang. Gaya hidup di era modern dan juga tingkat stres yang cukup tinggi saat ini adalah sebagian faktor yang dapat mempengaruhi kesehatan. Kita tidak pernah mengetahui masa depan kita akan seperti apa, berusaha mempersiapkan dengan sebaik-baiknya dan penuh perencanaan adalah salah satu upaya yang bisa kita lakukan untuk kesejahteraan finansial.

Ibu saya mempersiapkan dana pendidikan kami dengan ikut serta dalam asuransi. Dahulu, asuransi belum berkembang pesat seperti saat ini. Pilihan asuransi bisa dibilang terbatas. Berbeda dengan saat ini. begitu banyak pilihan jasa asuransi yang memberikan penawaran terbaik untuk calon konsumennya. Salah satu asuransi yang bisa menjadi pilihan adalah asuransi Sequis. Sequis memiliki layananan yang cukup lengkap, seperti asuransi jiwa, termasuk di dalamnya asuransi pendidikan, juga dana pensiun, asuransi kesehatan, hingga investasi. Semua dapat dipilih berdasarkan kebutuhan kita.

Untuk asuransi pendidikan, Sequis memiliki beberapa produk yang dapat dipilih oleh konsumen. Ada lima jenis asuransi pendidikan yang tersedia di Sequis, yaitu TelePro Beasiswa Berjangka, Edu Plus, Sequis EduPlan Insurance, Sequis eduPlan, dan Sequis Global EduPlan Insurance. Kelima produk asuransi pendidikan dari Sequis ini memiliki syarat dan benefit yang berbeda-beda. Beberapa syarat dan ketentuan yang harus diperhatikan saat ingin memilih asuransi pendidikan Sequis misalnya dari persyaratan usia saat masuk program asuransi, usia maksimum pertanggungan, juga ketentuan mengenai interval pembayaran premi dan metode pembayaran premi yang tidak sama antara satu jenis produk dengan yang lainnya. Konsumen bisa memilih sesuai dengan kondisi finansial dan benefit yang ingin diperoleh. Pemilihan ini bisa dikomunikasikan dengan Sequis Personal Assistant yang akan membantu konsumen untuk menemukan produk asuransi pendidikan yang tepat.

Memiliki visi “Menjadi pemimpin pasar di industri asuransi jiwa dan kesehatan di Indonesia”, Sequis tentu saja dapat menjadi pilihan utama yang anda cari ketika akan ikut serta dalam salah satu produk asuransi. Sequis tidak hanya menyediakan produk asuransi, namun juga memiliki produk investasi yang dapat dijadikan pilihan oleh masyarakat luas. Penghargaan yang sudah diterima oleh Sequis tentu menjadi bukti dari pelayanan dan kinerja terbaik Sequis. Ada beberapa penghargaan yang diraih oleh Sequis Life di tahun 2019 ini, yaitu Top Life Insurance 2019, Contact Center Service Excellence Award 2019, dan Top 10 Most Trusted Insurance Companies. Menarik, bukan?

Jadi, siapkah menggandeng Sequis untuk solusi jaminan pendidikan anak? Tentu saja, iya!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *