Mari Memakai Masker!

Masker, menjadi barang yang hits akhir-akhir ini. Pada awal merebaknya kasus Covid19 di Indonesia, masker bedah yang menjadi barang yang langka dan jikapun ada, sungguh sangat mahal. Tenaga medis kelimpungan untuk mendapatkan masker. Masyarakat kelas menengah ke atas sibuk memborong masker untuk diri dan keluarganya. Kelangkaan masker menjadi sebab naiknya harga masker berkali-kali lipat dari sebelumnya. Ada juga oknun-oknum yang sengaja menimbun masker untuk dijual dengan harga yang tinggi.

Maka saat itu, anjuran memakai masker hanya untuk tenaga medis dan orang yang sedang sakit saja. Alasan yang dikemukakan saat itu adalah karena penggunaan masker tidak efektif untuk mencegah penularan Covid19 ini. Lebih baik melakukan kebiasaan cuci tangan lebih banyak, dan melakukan social distancing. Bisa jadi, anjuran memakai masker hanya untuk orang yang sedang sakit (masyarakat yang bukan tenaga medis), untuk menghindari kelangkaan dan penimbunan masker. Sehingga tenaga medis bisa mendapatkan masker dengan lebih mudah. Meski tak menjadi jaminan juga, karena hal kelangkaan masker dan APD ini masih banyak dialami oleh teman-teman saya yang berprofesi sebagai tenaga medis.

Penggunaan masker medis adalah salah satu langkah pencegahan yang dapat membatasi penyebaran penyakitpenyakit saluran pernapasan tertentu yang diakibatkanoleh virus, termasuk Covid19.

Selang beberapa minggu, ternyata pemerintah meralat aturannya. Kini, semua orang yang keluar rumah, harus menggunakan masker. Untuk masyarakat biasa, menggunakan masker kan. Masker bedah dan masker N95 hanya untuk tenaga medis. Setelah aturan ini diberlakukan, mulai banyak penyedia masker kain ini, dengan bahan yang bervariasi, motif bermacam-macam, dan juga tersedia berbagai ukuran, dari anak hingga dewasa.

Gugus Tugas Covid-19 menjelaskan ada tiga jenis masker yang bisa digunakan masyarakat dan tenaga medis.

Pertama, masker kain tiga lapis.
Masker ini bisa digunakan warga yang karena alasan tertentu, tak bisa berada di dalam rumah dan beraktivitas di tempat umum.

Kedua, masker bedah.
Masker ini digunakan tenaga medis atau orang yang sakit. Bagian dalam masker ini steril, dengan cara memegang pada tali samping.

Ketiga, masker N 95.
Masker ini dipakai bagi tenaga medis yang berhadapan langsung dengan pasien COVID-19 di rumah sakit atau fasilitas kesehatan lain.

Meskipun demikian, ketika kita berjalan keluar rumah, atau pergi ke jalan raya atau tempat publik, ternyata masih banyak yang belum memakai masker. Semoga ke depannya, selama wabah ini berlangsung, masyarakat bisa memakai masker saat keluar rumah.

~ Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu~

~ Bergeraklah, karena diam berarti kematian~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *