BPN 30 day Ramadan Blog Challenge 2021

Blog untuk Kini dan Nanti

Siapa yang tidak ingin memiliki blog yang aktif, dikunjungi banyak orang, bisa menghasilkan pendapatan bagi pemiliknya? Rasanya, semua blogger punya keinginan seperti ini terhadap blognya. Meskipun tidak dipungkiri, ada saja orang yang menulis di blog hanya untuk kesenangan semata, atau untuk menguraikan rasa dalam diri.

Mimpi dan Harapan tentang Blog

Pada mulanya, saya hanya ingin menjadikan blog sebagai sarana untuk belajar, dan membentuk kebiasaan menulis. Jujur, saya masih ingin banyak belajar dalam hal menuangkan cerita dalam bentuk tulisan, agar menghasilkan tulisan yang sistematis dan enak dibaca. Blog juga menjadi sarana saya untuk mengaktualisasikan diri setelah seharian penuh berkutat di rumah dengan pekerjaan domestik dan mendampingi anak.

Seiring dengan waktu, saya mengiginkan sesuatu yang lebih dari blog saya. Saya ingin blog saya dikunjungi banyak orang agar tulisan saya tersebar luas, dan bisa memberikan manfaat yang lebih banyak pada pembacanya. Harapan jangka panjang, tentu saja agar blog saya bisa dimonetisasi. Saya sering brpikir, setelah saya vakum di dunia karir publik, apa yang akan saya lakukan kelak, ketika anak-anak sudah mulai beranjak besar?

Apakah saya akan kembali ke dunia kerja, atau seperti apa? Di tengah pertanyaan yang muncul, maka saya memilih untuk merintis sebuah kebiasaaan menulis di blog.

Tak Semudah Harapan

Tentu saja harapan dan mimpi tersebut tidak dengan mudah saya capai. Saya pun dalam kondisi tidak bisa berlari cepat untuk mengurus blog agar terwujud harapan saya dalam waktu cepat. Saat ini saya masih dalam tahap membiasakan diri untuk meluangkan waktu menulis di blog, masih menulis tema secara acak, dan masih harus dimotivasi untuk bisa konsisten.

Tapi, siapa tahu, di kemudian hari, saya bisa naik level ke tingkatan berikutnya. Bisa lebih fokus dalam mengurus blog, bisa ikut silaturahim dengan blogger lain, dan juga membangun jaringan yang luas. 🙂

Bagaimana dengan teman-teman?

“Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu, bergeraklah, karena diam berarti kematian”

Rini Inggriani

Ibu dengan tiga anak. Menulis adalah salah satu cara self healing dan berdialog degan dirinya sendiri. Interest dengan menulis, jurnaling, hand lettering, dan berkomunitas :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *