Muhasabah,  Ramadan

Counting Down to Ramadan

Happiness is…. Knowing that Ramadan is coming very soon!

Ramadan tinggal menghitung hari nih! Kini sudah memasuki bulan Rajab.

Duh, deg-degan banget gak sih setiap mau ketemu Ramadan? Di kepala udah banyak aja pikiran yang menghampiri. Yes, call me that I’m overthinker person. 🙂

Saat memasuki bulan Rajab, biasanya saya baru benar-benar tersadar, bahwa Ramadan sebentar lagi. Hey, dalam hitungan enam puluh hari, Ramadan akan menyapa kita. Dan selama ini, apakah sudah mempersiapkan untuk bertemu dengan Ramadan?

Harap-harap cemas, semoga Allah masih memperkenankan diri ini untuk bertemu dengan Ramadan. Setiap selesai melalui Ramadan, terkadang ada penyesalan setitik yang muncul dari dalam diri.

“Kenapa ya, Ramadan kemarin saya kurang bisa memanfaatkan waktu, sehingga gak optimal dalam ibadah-ibadah?”

Pernah terbesit pertanyaan yang sama? Toss!

Gak ada jalan lain, kecuali memperbaiki di Ramadan berikutnya dong ya… Selalu ada perasaan kurang setiap selesai berrtemu Ramadan. Gak apa-apa, berarti kita masih termotivasi utnuk bisa lebih baik lagi, bukan? 🙂

Tahun ini, saat Ramadan hadir, sepertinya kita masih berada di pandemi yang hampir satu tahun kita lalui. Kalau coba flashback ke tahun sebelumnya, Ramadan tahun lalu jelas berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. ramadan 1421 H lalu, hampir tidak ada aktivitas keramaian yang biasa ada di bulan Ramadan. Di lingkungan tempat tinggal saya, tidak ada tarawih berjama’ah di masjid, tidak ada remaja yang membangunkan sahur keliling, tidak ada keramaian ngabuburit saat menjelang berbuka puasa, tidak ada i’tikaf, hingga shalat Idul Fitri yang dilakukan masing-masing. Sedih sekali menjalani Ramadan tahun lalu yang terbilang cukup sepi.

Shalat berjamaah di rumah

Meskipun demikian,tentunya ada hikmah yang bisa dipetik dari Ramadan tahun lalu. Bisa lebih dekat dengan keluarga inti, makan sahur, buka puasa bareng full sama keluarga inti setiap harinya, tarawih berjama’ah dengan suami dan anak-anak. Dan mungkin, banyak bapak-bapak yang mengalami jadi imam shalat tarawih dan sahalat ied pertama kali di Ramadan tahun lalu, hehe. Jarang-jarang ‘kan bisa jadi imam shalat Ied? 🙂

Lalu, bagaimana dengan Ramadan tahun ini?

Hm… Saya juga tidak tahu bagaimana nanti kondisi Ramadan tahun ini. Mungkin shalat tarawih berjama’ah di masjid akan ada, dengan melaksanakan protokol kesehatan, tentunya. Namun bisa jadi aktivitas-aktivitas seperti kajian keislaman, masih dilakukan secara daring.

Tahun ini pun, insya Allah Ramadan pertama kami berlima. Ramadan tahun lalu, saya masih mengandung anak ketiga saya. Tentu akan sangat berbeda dan berwarna menjalani Ramadan dengan dua anak dan 1 bayi. 🙂

Semoga di sisa waktu sebelum Ramadan ini, saya bisa mempersiapkan untuk bertemu Ramadan dalam kondisi yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Ada beberapa to do list yang ingin saya lakukan dalam menyambut Ramadan kali ini. Diantaranya :

  1. Membaca kembali buku-buku yang berkaitan dengan bulan Ramadan
  2. Mendengarkan kajian tentang bulan Ramadan
  3. Mempersiapkan agenda Ramadan bersama anak-anak
  4. Mulai rutin melakukan Qur’an Journaling
  5. Menyusun target yang akan saya dan keluarga capai di bulan Ramadan kali ini

Kelima hal tadi akan di break down menjadi turunan-turunannya yang lebih spesifik, agar lebih mudah menjalankannya, insya Allah. Banyak banget suplemen yang berkaitan dengan bulan Ramadan yang bisa diunduh di jagat maya, hehe. Mungkin saya akan membahasnya di postingan terpisah ya… Insya Allah akan saya list dulu 🙂

Allah, sampaikan kami kepada bulan Ramadan….

Ibu dengan tiga anak. Menulis adalah salah satu cara self healing dan berdialog degan dirinya sendiri. Interest dengan menulis, jurnaling, hand lettering, dan berkomunitas :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *