Writing Challenge

Surat untuk Diri

Tema hari keempat belas ini sebenernya tentang zodiac, namun saya memilih untuk memakai tema pengganti. 🙂

Surat untuk Diri

Hai diriku!

Apa kabarmu?

Kulihat kau begitu sibuk sekali.. Melihat sekelilingmu bertumbuh, namun kau merasa tidak memiliki waktu untuk dirimu sendiri

Kau menghabiskan waktumu untuk meratapi dirimu yang tak seperti yang kau impikan dulu.

Duluu sekali, saat kau merasa hidup tengah berada dalam kendalimu. Saat kau bisa bebas menentukan apa yang kau ingin lakukan.

Hai diri!

Kulihat engkau bersedih atas kehidupanmu saat ini. Kau bandingkan hidupmu dengan hidup teman-temanmu di media sosial. Mereka jauh luar biasa! Katamu.

Mereka punya hidup yang sempurna! Apalah aku yang hanya bekerja di dalam rumah dan tak digaji. Mereka bebas mendatangi tempat impiannya dalam satu klik. Katamu.

Hai diriku!

Pikiranmu terlalu jauh berkelana. Kau memikirkan apa yang belum terjadi dan kau khawatir akan itu. Bukankah itu menyiksamu? Membuatmu memikirkan apa yang sebenarnya tak perlu kau risaukan saat ini. Bukankah lebih baik jika kau masuki pikiranmu dengan optimisme seorang hamba?

Hai diriku.

Belajarlah untuk menerima dirimu apa adanya. Menerima segala keistimewaan yang ada dalam dirimu. Karena kau tahu, kau berhak untuk menghargai dirimu sendiri. Kau berhak untuk mengapresiasi dirimu sendiri. Bukankah kau juga berhak untuk memilih hidup bahagia?

Kau bukanlah sekedar bagian mimpi atau figuran dari mimpi orang-orang di sekitarmu. Kau berhak memiliki mimpimu sendiri.

Hidupmu masih milikmu. Atau kau memilih untuk meninggalkan hidupmu, lalu menjalaninya dengan hampa, mengikuti alur mimpi orang di sekitarmu?

Kurasa, kau masih bisa kembali ke kehidupanmu, meraih kembali mimpi besarmu.

Ya, ambillah mimpimu kembali.

Buatlah mimpimu agar semakin nyata.

Hai diri.

Hiduplah dengan bahagia, dan memilih jalan syukur untuk mengisinya. Kau terlalu berharga untuk melewati hidup ini dengan perasaan sedih dan tak berguna.

Tak ada gunanya menyesali jalan yang sudah kau pilih saat ini. Kau tak dapat kembali ke masa lalumu. Kau tak bisa mengubah apa yang sudah kau putuskan dulu.

Cukup satu kali kau menyesali pilihanmu, dan selanjutnya, lihat ke depan, dan jadilah apa yang kau mau. Lakukan yang terbaik untuk dirimu, di hadapan tuhanmu.

~ Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu ~ 

~ Bergeraklah, karena diam berarti kematian ~ 

Author

yahdi@tass.telkomuniversity.ac.id
Ibu dengan tiga anak. Menulis adalah salah satu cara self healing dan berdialog degan dirinya sendiri. Interest dengan menulis, jurnaling, hand lettering, dan berkomunitas :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

10 Akun Instagram Favorit

December 4, 2018