Berenang di Kolam Renang Wika, Tamansari Bukit Bandung

Salah satu agenda keluarga yang ingin kami rutinkan di 2019 ini adalah berenang, dan salah satu resolusi saya tahun ini adalah belajar berenang. Jadi, ingin menjajal beberapa kolam renang yang ada di Bandung. Hehe…

Anak sulung saya sangat menyukai aktivitas berenang. Bisa berjam-jam main di kolam renang, dan sulit untuk diminta berhenti.

Kali ini saya mau review sedikit kolam renang yang kami kunjungi terakhir. Hari Sabtu lalu, kami berkunjung ke kolam renang Wika di Komplek Tamansari Bukit Bandung. Letaknya di pinggir jalan A.H. Nasution, Bandung. Lokasinya tepat setelah gerbang komplek dan pos satpam. Strategis banget lokasinya.

Biaya masuk ke kolam renang ini untuk Senin-Jum’at 20 rb rupiah, dan Sabtu-Ahad 30 rb rupiah. Disini juga mengadakan les berenang untuk anak dan dewasa.

Area kolam renangnya memang tidak terlalu luas seperti kolam renang dengan konsep water park atau water boom yang sudah kami kunjungi, misalnya Karang Setra, Big Water Park, atau Taman Air Progressif. Tapi nilai plusnya adalah jaraknya yang relatif sangat dekat dengan rumah dibandingkan dengan kolam renang yang biasa kami kunjungi.

Kolam renang disini terdiri dari 2 kolam yang bersatu. Ada kolam yang dalam, dan kolam dangkal yang disertai serodotan dan ember tumpah. Oh iya, airnya juga bersih. Ada kios-kios kecil yang menjajakan makanan dan minuman di sekitar area kolam, jadi gak takut kelaparan, walaupun tentu lebih puas kalau membawa bekal makanan sendiri ya… Hehehe..

Tempat duduk untuk pengunjung yang tidak berenang pun cukup banyak disini, jadi nyaman misalnya untuk orang tua yang mengantarkan anaknya berenang, atau pengunjung yang memang sedang tidak ingin menceburkan diri ke dalam kolam renang.

Ada mushalanya juga. Mushalanya walaupun tidak besar, tapi bersih. Untuk menuju mushala,, kita memang harus keluar dari pintu masuk kolam renang, tapi kita bisa masuk lagi kok, tanpa dipungut biaya masuk kolam lagi.

Alhamdulillah, secara keseluruhan sih, kolam renang ini nyaman kok, apalagi buat kami yang lookasi rumah tak jauh dari kolam renang ini. Tapi, tetap ada waktu lain untuk pergi ke kolam renang lain. Apalagi kalau bukan karena permintaan anak.. Hehe…

~Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu~

~Bergeraklah, karena diam berarti kematian~

Jangan Lupa Bersyukur!

Jangan Lupa bahagia!

Akrab dengan kalimat itu?

Ya, akhir-akhir ini banyak terdengar kalimat seperti ini, atau bahkan hashtag #JanganLupaBahagia di media sosial. Apa ada yang salah?

Hehe. Gak kok, gak ada yang salah. Bahkan, karena hashtag tersebut, saya jadi menyadari, bahwa menjadi bahagia itu ya harus diusahakan, bahkan sampai diingatkan seperti ini. Karena begitu cepatnya dunia di sekitar kita bergerak, dan diri kita sedang terengah-engah mengejar “dunia”, seringkali kita lupa untuk membahagiakan diri sendiri.

Betapa banyak orang yang memiliki harta yang berlimpah, tapi setiap hari, yang keluar dari lisannya adalah keluhan, dan wajah murung yang teramat jelas dari wajahnya. Nyatanya, harta berlimpah tak jadi jaminan untuk bahagia.

Ada yang bilang, hidup hanya sekali, jangan lupa bahagiakan diri.

Semakin kesini, saya jadi lebih berpikir, kalau untuk saya pribadi, saya lebih cocok dengan kalimat, “Jangan Lupa Bersyukur”. Kenapa? Buat saya, bersyukur adalah inti untuk mendapatkan hati yang lapang, dan bahagia pun akan hadir, insya Allah.

Kalau saya sedang kurang banget rasa syukurnya, mau sebanyak apapun nikmat di depan mata, rasanya ada aja yang bikin saya kesal, gelisah, banyak mengeluh, dan uring-uringan. Gimana perasaan mau bahagia?

Syukur itu, salah satu kondisi yang bisa membuat seorang mukmin tetap berada dalam kebaikan. Apapun kondisinya.

“Sungguh menakjubkan urusan seorang Mukmin. Sungguh semua urusannya adalah baik, dan yang demikian itu tidak dimiliki oleh siapa pun kecuali oleh orang Mukmin, yaitu jika ia mendapatkan kegembiraan ia bersyukur dan itu suatu kebaikan baginya. Dan jika ia mendapat kesusahan, ia bersabar dan itu pun suatu kebaikan baginya.” (HR. Muslim)

Dan selalu berada dalam kondisi syukur ini gak mudah untuk saya pribadi. Ada aja godaannya, ya selalu lihat rumput tetangga yang lebih hijau, sampe lihat akun instagram sebelah yang tampilannya kece banget. hehe… 🙂

Jadi, jangan lupa bersyukur, biar bisa tetap bahagia, itu intinya…

Hidup hanya sekali, harus berarti. Berarti dalam apa? Ya dalam pandangan Allah. Pandangan manusia suka tipu-tipu dan menipu soalnya… 😀

~Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu~

~Bergeraklah, karena diam berarti kematian~

Akhirnya, Aku Menemukanmu!

Kemarin, hari kejepit nasional, bertepatan dengan hari Tahun baru Imlek. Hehe. Karena libur hanya sehari, dan kami tidak ada agenda pergi ke luar kota, jadi kami tetap di Bandung saja. Padahal, kalau suami ambil cuti di hari Senin, bisa jadi long weekend yaa… 🙂 malah curhat.

Kalau teman-teman, libur kemarin kemana saja? Apa ada agenda berlibur atau seperti saya dan keluarga yang di tidak punya agenda liburan? 😀

Akhirnya, kemarin, saya tetap melaksanakan agenda rutin saya yang diadakan di hari Selasa. Suami dan anak sulung pergi ke Taman Lalu Lintas sambil menunggu saya selesai agenda. Setelahnya, suami mengajak ke Gramedia. Waah, anak-anak dan saya tentunya excited sekali diajak ke Gramedia. Sudah lama juga gak kesana. Biasa beli berburu buku secara online.

Cuma, kadang ada aja kerinduan untuk berburu buku secara offline, jadi kadang kami juga pergi ke Gramedia, atau Togamas, dan ke pameran-pameran buku.

Nah, beberapa hari yang lalu, kami sempat pergi ke Liga Buku Bandung 2019. Namun, kami tidak merasa puas disana.. Hehe… Kami tidak mendapatkan buku yang kami cari, dan juga, variasi judul buku juga penerbit yang diikutsertakan di event tersebut agak terbatas, menurut saya pribadi yaa… Kata suami, untuk mengobati ketidakpuasan tersebut, jadilah beliau mengajak kami ke Gramedia kemarin.

Gramedia di Jalan Merdeka, yang kami kunjungi, sudah agak berbeda dari segi layout-ing nya dari kunjungan kami sebelumnya. Anak-anak senang sekali kesini, apalagi di area buku-buku anak. Judulnya bervariatif dan menarik semua. (Ini menarik buat anaknya atau umminya ya? Hehehe…)

Ternyata kemarin, ada promo diskon 30% untuk buku-buku terbitan Gramedia Group dan apabila transaksi menggunakan kartu BNI. Alhamdulillah, karena suami ada kartu BNI, jadi kami bisa dapat memanfaatkan diskon 30% tersebut. Yang dicari ya buku terbitan Gramedia Group. Hehe.

Setelah anak dan suami menemukan buku pilihan mereka, saya beranjak ke rak buku resep-resep masakan. Sudah lama sekali ingin membeli buku resep masakan, namun belum menemukan waktu yang pas aja. hehe.. Inginnya beli offline soalnya. Biar bisa “ngintip” isinya dulu…:)

Mata saya langsung tertuju pada satu buku resep masakan yang saya incar beberapa waktu lalu. Yaaap. Buku resep masakan yang ditulis Mbak Clarissa Noviany dari akun instagram @dapurbekal .

Waaah, terbitan Gramedia juga, kan? Langsung deh minta izin ke suami buat beli buku ini. Senangnyaaa… Waktu terakhir ada open pre order melalui akun instagramnya, saya kelewat infonya. Hiks… Tapi alhamdulillah sekarang bisa mendapatkannya.

Saya sudah cukup lama follow akun @dapurbekal ini, bermanfaat banget buat dapet inspirasi bekal untuk suami. Soalnya saya kurang kreatif dalam membuat bekal. Hehe.. Itu-itu lagi yang dimasak. Jadi, kasian kalau suami bosan dibawain bekal yang itu-itu aja.

Oh iya, resep-resep yang dishare di akun ini, mudah untuk dicoba, bahan-bahannya pun gak terlalu sulit untuk didapatkan. Tapi, variasinya banyaak banget, jadi betah berlama-lama mantengin akun ini. Hehe.

Alhamdulillah, udah ada bukunya, jadi bisa dibaca kapanpun, meskipun ga punya kuota internet untuk buka Instagram. 🙂

Buat yang suka bawain bekal untuk anak atau suaminya, buku dan akun instagram @dapurbekal ini recommended banget deh.

~Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu~

~Bergeraklah, karena diam berarti kematian~

Ikut Setip Yuk, Biar Gak Mager Nge-blog!

Sudah 1 bulan ya, tahun 2019 berjalan. Gak kerasa udah masuk bulan Februari lagi. Langsung kepikiran sama resolusi 2019 gang sudah dirancang di awal tahun ini.

Ternyata, waktu 31 hari itu bisa berlalu sedemikian cepat tanpa kita sadari. Kita bisa terlena dengan waktu, tanpa menyadari bahwa ada banyak waktu yang kita sudah abaikan begitu saja.

Nah, sekitar 2 hari lalu, saya melihat postingan salah satu teman saya di Instagram, tentang event yang diadakan oleh Estrilook Community. Event ini tentang ajakan untuk ngeblog setiap pekan minimal 3 kali postingan, alias SETIP. Wiiih… Langsung dong, syaraf-syaraf di otak bekerja, dan menemukan “AHA” moment . Ini yang saya butuhkan.

Salah satu resolusi saya tahun ini dalam bidang blogging adalah membuat postingan minimal 2-3 kali sepekan, karena kalau sehari satu postingan, saya ga kuat deh. Hehe. Nyerah.

Makanya realistis aja di angka 2-3 postingan. Eh eh… Ternyata, setelah 1 bulan berlalu, saya juga gak berhasil menjalankan resolusi ini. Di bulan Januari 2019, saya hanya berhasil membuat 4 postingan aja, yang berarti kalau dirata-ratakan, seminggu hanya bisa 1 kali posting.

Begitu ketemu challenge SETIP ini, saya ingin banget bisa ikut, agar bisa memaksa diri saya untuk bisa mewujudkan resolusi yang sudah saya buat. Siapa tahu, kalau saya konsisten mengikuti SETIP ini, saya bisa terlatih untuk rajin nge-blog, dan gak mager untuk buat postingan.

Doakan semoga saya berhasil yaa… Buat teman-teman yang butuh menantang diri juga, bisa banget loh ikut SETIP, mumpung masih baru mulai. 😄

~Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu~

~Bergeraklah, karena diam berarti kematian~