(Bukan) Koleksi Barang di Rumah

Sesungguhnyaa… Tema hari ke 11 ini membuat saya berpikir keras, dan serasa diajak balik ke masa kecil saya dulu. 😁

Emang temanya apa?

Temanya “Barang yang dikoleksi di rumah”.

Saya pribadi bukan tipe kolektor barang apapun. Misal mungkin seperti kebanyakan perempuan atau makmak lain yang koleksi tas atau sepatunya memenuhi rumahnya, atau koleksi barang pecah belah yang lucu-lucu dan cantik. No.. Saya ga termasuk tipe itu.. Hehe..

Rumah tipe yang “cukup” bagi keluarga kami, rasanya akan penuh sesak kalau ditambah koleksi barang yang macem-macem. Punya anak 2, butuh space yang cukup untuk anak bergerak kesana kemari. Jadi, sebisa mungkin kami tidak menambah barang-barang yang memang tidak diperlukan banget.

Terus, kenapa tema ini jadi membawa ingatan saya ke masa kecil?

Dulu, zaman saya SD, temen-temen saya lagi seneng-senengnya ngoleksi kertas loose leaf itu loh.. Mungkin generasi 90 an tau banget nih sama loose leaf.. Hehe.. Kertas bermotif macem-macem, terus kita bisa tukeran gitu sama temen-temen. Ada temen yang koleksinya bisa banyaaak banget deh.. Motifnya lucu-lucu.. Mupeng.. Haha.. Tapi uang jajan ga sebanyak temen saya itu, jadi saya masih bisa menahan keinginan untuk beli loose leaf. Haha… Mending buat beli makanan, toh! Bikin kenyang πŸ™‚

Setelah itu, saya jadi punya cita-cita pengen jadi kolektor barang-barang tertentu. Yang unik-unik. Soalnya seingat saya juga zaman itu, di televisi ada acara yang memang mengupas tentang kolektor barang-barang lucu, entah itu artis, atau pengusaha. Wkwkw… Anaknya kemakan tontonan banget yak.. πŸ˜€

Tapi, seiring dengan waktu, juga pemahaman yang lebih matang,alhamdulillah banget keinginan untuk koleksi barang-barang tertentu itu ga berlanjut. Kalau sekarang lebih mikir, buat apa membeli barang yang sebenernya ga kita butuhkan? Dan saya termasuk penganut yang lebih mementingkan fungsi daripada tampilan semata. Hoho… Semua barang, kalau masih bisa dipakai, akan mikir dulu kalau mau ganti yang baru,atau nambah yang baru. Baju, tas, sepatu… Kadang dipakai sampai bener-bener memang rusak. Atau kalaupun mau nambah baru, yang lama bisa dikasihin ke orang yang membutuhkan. Memakai barang sampai habis masa gunanya juga termasuk salah satu zero waste lifestyleΒ  kan yaa.. Hehe.. Biar ga numpukin banyak sampah. Hehe.. Oh iya, yang paling utama sih karena keyakinan bahwa setiap apa yang saya lakukan, akan dimintai pertanggungjawabannya kelak. Termasuk ketika saya membeli barang atau menumpuknya, bukan? πŸ™‚

Nah, apakah di rumah ga mengoleksi apapun?

Hehe.. Kalau dibilang koleksi, mungkin kurang tepat ya.. Tapi saya akan menuliskan dua barang yang cukup banyak ada di rumah. Dua barang itu adalah buku anak dan bricks atau sejenis lego. Hahaha… Bener-bener makmak sekali kan hidup saya sekarang. 😁

Saya paling ga bisa menahan diri kalau lihat buku anak yang bagus,apalagi kalau diskon plus murah πŸ˜€ Rasanya baju-baju, atau tas-tas cantik ga terlalu menggoda saya. Tapi begitu lihat buku anak, langsung deh, jebol pertahanan. Haha… Tapi alhamdulillah masih dalam zona amanlah. Ga sampai maksain juga sih. Seneng aja buat ngajak anak untuk akrab sama buku. Karena buku ini investasi banget kan ya… Insyaallah akan manfaat.

Saat sebagian buku dijadikan permainan puzzle oleh si anak πŸ˜…

Kalau bricks atau sejenis lego ini emang cukup sering kita beli daripada jenis mainan yang lain. Alasannya, karena mainan jenis ini termasuk mainan yang awet dipakenya (welcome to makmak life.. Wkwkw.. Tetep, yang diincer adalah penghematan dongsΒ  πŸ˜†πŸ˜†). Daan, mainan jenis ini menstimulus kreativitas anak juga. Jadi win win solution kan ya… Hehe..

So, apakah kedua barang itu termasuk koleksi? Hehe… Kalau teman-teman, koleksi barang apa di rumah? πŸ™‚

~ Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu ~Β 

~ Bergeraklah, karena diam berarti kematian ~Β 

 

5 Buku Rekomendasi Versi Saya

Hari kesepuluh… πŸ™‚

Sudah sepertiga perjalanan dari 30 hari tantangan menulis kali ini. Alhamdulillaah banget bisa “dipaksa” untuk menyempatkan diri meng-update blog. Hehe..

Tema di hari kesepuluh ini adalah 5 buku/musik/film rekomendasi, dan saya memilih untuk menuliskan 5 buku rekomendasi saya. Bukan apa-apa, karena saya bukan seorang penikmat musik ataupun film. Tapi kalau tentang buku, saya bisa berlama-lama membaca buku. Dengan catatan, kalau ga diajak main sama anak-anak, ya.. ;D

Langsung aja yuk kita bahas 5 buku yang saya rekomendasikan untuk dibaca. Disclaimer : tentu saja yang saya rekomendasikan ini adalah buku yang sesuai dengan preferensi dan selera saya ya… Bebas aja πŸ˜‰

1. “Menuju Rumah Minim Sampah”

Buku yang ditulis oleh Mbak DK Wardhani ini bagus banget. Bukunya tidak terlalu tebal, tapi sarat dengan informasi dan juga tips-tips untuk memulai gaya hidup minim sampah. Melalui buku ini, kita diajak untuk lebih peka terhadap lingkungan kita saat ini. Kita diajak untuk melakukan gaya hidup minim sampah, dimulai dari hal yang paling mudah dan secara bertahap. Diawali dengan pemaparan tentang lingkungan sekitar kita yang semakin rusak karena timbunan sampah yang tak kunjung berkurang, pola hidup yang lebih menyukai hal-hal yang instan, dan sebagainya. Dalam buku ini juga disediakan tempat untuk menulis apa yang sudah kita lakukan, atau rencana apa saja yang ingin kita laksanakan dalam waktu tertentu. Sehingga kita merasa lebih mudah untuk mempraktekkan apa yang sudah disampaikan dalam buku ini.

2. Jalan Cinta Para PejuangΒ 

Cover yang lama

Ada yang pernah mendengar judul buku ini? Yap, ini adalah salah satu buku karya Ustadz Salim A. Fillah. Saya begitu menyukai semua karya-karya beliau. Saya memiliki hampir semua judul dari buku yang beliau tulis. Nah, buku “Jalan Cinta Para Pejuang” ini saya sudah punya sejak cetakan pertama. Covernya pun berbeda dengan edisi yang terbaru. Buku ini termasuk buku-buku awal dari Ustadz Salim yang menemani saya untuk membuka wawasan lebih luas. Entah kenapa, buku ini memberikan kesan yang mendalam bagi saya. Di dalamnya sarat akan pemaknaan tentang cinta dan perjuangan yang hakiki. Satu hal yang saya sukai dari tulisan-tulisan Ustadz Salim adalah cara beliau merangkai kata, sungguh indah. Saya bisa mengetahui banyak kisah para sahabat dan Rasulullah dari tulisan-tulisan beliau, tapi begitu membekas. Beliau menyajikan sirah dengan penyampaian yang mudah dicerna. Buku ini bener-bener recommended deh. banyak banget kisah teladan dalam buku ini.

Cover cetakan terbaru

3. Mendidik dengan Cinta

Buku yang ditulis oleh Ibu Irawati Istadi ini kece banget. Cocok dibaca untuk semua orang yang ingin menjadi orang tua yang mendidik anak dengan cinta yang besar. Bisa dibaca oleh teman-teman yang belum menikah sebagai bekal, untuk new parent, atau untuk orang tua yang sudah cukup senior pun bisa. hehe… membuka mata sekali. Buku ini detail banegt mengupas tentang bagaimana kita berkomunikasi dengan anak, mendidik yang tak hanya sekedar anak harus patuh pada orang tua, namun juga dengan menumbuhkan cinta. Buat saya yang masih harus banyak belajar untuk jadi ibu yang baik, buku ini anugerah sekali bisa saya baca. πŸ˜€

4. Pengen Jadi Baik (PJB)

Kalau buku pengen Jadi Baik ini bentuknya berupa komik. Dan ada seri 1 hingga 4. Semuanya saya punya, dan recommended semuanya. hehe… Anak sulung saya pun suka dibacakan komik ini. Ditulis oleh Omsqu. Komik ini cocok banget buat mengenalkan hadits untuk diri sendiri dan keluarga. Dengan disajikan melalui komik, akan lebih mudah mencerna. Oh iya, apa yang digambarkan dalam komik ini kisahnya teasa dekat dengan dunia kita sehari-hari. Jadi bisa diaplikasikan ke keseharian kita juga tentunya, insya Allah.

5. Food Combining Kombinasi Makanan SerasiΒ 

Wehehehe… Kalau ini buku yang saya rekomendasikan untuk siapa aja yang ingin memulai hidup baru… eh salah, maksudnya untuk memulai hidup yang lebih sehat. hehe… Buku Food Combining karya Ibu Andang W. Gunawan ini bikin saya jatuh cinta. Hehe… Bahasanya ringan, persuasif, dan enak banget untuk dijadikan panduan. Meskipun saya belum konsisten menerapkan pola food combining dalam keseharian saya, tapi sedikit demi sedikit sudah ingin memulai mengubah pola makan saya yang kadang masih kacau banget. Seringnya alibi untuk menjaga kewarasan sebagai makmak, pengen makan mie rebus pake rawit yang banyak buat me time… #ups πŸ˜€

~ Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu ~

~ Bergeraklah, karena diam berarti kematian ~

5 Blogger yang Menginspirasi

Huhuhu… Tema hari ke 9 ini buat saya cukup sulit. Soalnya saya tidak memfavoritkan blogger-blogger tertentu aja. Dan kalaupun blogwalking, ga harus ke blog-blog tertentu juga. Itupun kalau ada waktu untuk blogwalking. Hehe.. Secara, masih ada 2 anak balita, fokus ga ke gadget. πŸ™‚

Banyak blogger yang saya suka. Karena sebenernya, saya bisa belajar banyak hal dari blogger manapun. Ya cara menulisnya, layout blog nya, kontennya seperti apa… Semuanya berharga banget buat saya yang masih newbie ini.

Karena tantangan ini harus diselesaikan, hehe.. Jadi saya coba menuliskan beberapa blogger yang menginspirasi saya. Blogger yang lain masih banyak yang kece dan inspiratif, tapi karena dimintanya hanya 5 (5 aja udah susah menuliskannya haha…:D), jadi saya tuliskan 5 blogger pilihan saya hehe..

1. Dian Restu Agustina (www.dianrestuagustina.com)

Hihi.. Jadi malu… Ketauan kalau saya penggemar rahasianya Mbak Dian hehe.. Udah lama follow mbak Dian di instagramnya dan mengikuti blognya. Buat saya, mbak Dian itu seperti role model blogger. Mbak Dian ini yang menginspirasi saya buat belajar ngblog lagi, ingin serius menekuni dunia blogging. Tulisan-tulisan mbak Dian juga saya suka. Runut, enak dibaca. Contoh ibu berdaya buat saya. Ibu yang tetap bisa mengaktualisasi diri, tapi ga kehilangan momen bareng keluarga. πŸ™‚

2. Ade Delina Putri (delinabook.wordpress.com)

Saya suka caranya dalam melakukan book review. Buat saya yang pengen belajar mereview buku, membaca tulisannya bikin saya belajar banget. Hehe.. Reviewnya jelas, detail, dan sistematis. Jadi meskipun buku yang di review bukan buku genre yang biasa saya baca, tapi saya tetap bisa menikmati reviewnya dengan manis. (Emang gula… Hehe:))

3. Shintaries (www.shintaries.com)

Blogger selanjutnya adalah mbak Shinta. Salah satu founder komunitas blogger terbesar di Indonesia ini emang kece abis. Kereen banget ngeblognya.. Suka sekali dengan konten-konten blog yang disajikan, update banget. Jadi buat pembacanya bisa nambah wawasan. Beliau juga suka bagi-bagi tips tentang blogging. Bisa dipantengin di blog nya ya. πŸ™‚

4. Annisa Steviani (www.annisast.com)

Ini salah satu blogger dengan tema family atau parenting yang inspiratif bagi saya. Blognya yang eye catching membuat pembacanya betah berlama-lama membaca blognya.

5. Endang Indriani (www.justtryandtaste.com)

Naah ini nih… Sukak bangeet hehe.. Selalu menantikan saat-saat mbak Endang update blog nya. Salah satu food blogger panutan haha…. Keren banget, setiap postingannya dibuat detail, disupport sama foto yang kece… Rasanya pengen mempraktekkan semua yang ada di blognya.. Tapi biasanya berhenti sampai dibaca aja.. Haha πŸ™‚

Okaay… Itu tadi 5 blogger favorit saya. Seperti saya katakan diatas, sebenernya masihbanyak blogger yang saya kagumi dan banyak belajar dari mereka. Tapi tidak ditulis disini.. Hehe..

Kalau blogger favoritmu siapa? πŸ™‚

~ Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu ~Β 

~ Bergeraklah, karena diam berarti kematian ~Β 

 

5 Barang Wajib Ada dalam Tas :)

Saat ini, saya sedang dalam kondisi tidak bekerja di ranah publik, memilih untuk mendampingi anak-anak dulu di rumah. Karena itu, bisa dibilang dalam sepekan, biasanya saya hanya keluar rumah yang cukup jauh itu hanya 3-4 kali sepekan. Kecuali kalau memang sedang ada event-event tertentu.

Nah, saat saya bepergian cukup jauh keluar komplek rumah, hehe.. Biasanya saya bawa tas dong ya.. Ke warung deket aja bawa tas, apalagi yang jauh. πŸ™‚

Lalu, apa sih 5 barang yang selalu ada di tas saya?

β€Ž1. Dompet

Wehehehe… Ini barang yang wajib ada di tas. Apalagi kalau bepergian. Semua ada disini, ya uang, KTP, kartu atm, SIM, kartu berobat, dll. Kebayang dong kalau ga bawa dompet. Hehe… Mau beli sesuatu, ga ada uang… Pas bawa mobil, ga ada SIM, biasanya suka deg-degan… πŸ˜€

Saking pentingnya dompet, mala banyak orang yang bilang, sebenernya kalau hilang dompet itu menyesalnya bukan karena hilang uangnya… Tapi males buat ngurusin kartu-kartu yang hilang di dalamnya itu. Kebayang kan kalau harus ngurusin kartu-kartu itu.. Ngurus ke kepolisian, ke kelurahan, kecamatan dan seterusnya. Ga mau diurus ya butuh, tapi kalau diurus, suka udah males mikir ribetnya birokrasi. Hehe.. Dilematis πŸ™‚

Hilang uang sih ya pasti nyesek juga.. Tapi orang zaman sekarang rata-rata di dompet udah ga bawa uang banyak juga ya… Udah zamannya cashless πŸ™‚

2. Handphone

Hayo ngaku, siapa yang ga bisa jauh-jauh dari gadget ini? Hehe… Saya juga sih.. Tapi sekarang lagi mulai membenahi manajemen gadget juga. Apalagi kalau di hadapan anak-anak. Masa anak-anak dianggurin? Hehe.

Kalau bepergian, handphone selalu dipastikan untuk masuk tas. Karena butuh banget buat komunikasi, lihat Google Maps, atau pesen taksi online pas lagi ga bawa mobil. Hehe… πŸ™‚

3. AlquranΒ 

Ini juga barang wajib yang ada di tas. Entah kenapa, meskipun di handphone sudah di install aplikasi Alquran digital, saya tetap lebih merasa nyaman saat membaca atau menghapal Alquran dengan memegang mushafnya. Baca Alquran di handphone itu kalau pas lagi ga bawa mushaf aja. Tapi saat ada mushaf, saya lebih memilih menggunakan mushaf πŸ™‚

Tiap orang punya preferensi yang beda-beda tentunya, ya…:)

4. Popok dan pakaian ganti anakΒ 

Yess, emak-emak banget kan yaa… πŸ˜€ Saya ibu 2 orang anak dan tanpa ART. Kemana saya pergi, ya biasanya anak-anak selalu ikut saya. Kecuali kalau weekend, biasanya si sulung bisa ikut Abinya kalau kita lagi ada acara berbeda. Atau kalau anak-anak lagi ada di rumah kakek neneknya, baru deh saya bisa free seperti masih single haha… πŸ˜€

Nah, karena bawa anak itulah, dan si kecil masih 1,5 tahun, jadi popok, juga baju ganti ini adalah barang yang wajib ada dalam tas saya. Namanya juga anak-anak, ada aja yang buat baju mereka kotor atau basah. Ya saat makan dan minum, atau terjatuh, atau keringat setelah bermain, dan masih banyak lagi deh kejadian-kejadian di emak lyfe.. πŸ˜€

5. TisuΒ 

Barang yang kelima ini aaah tisu, ya tisu kering maupin tisu basah. Sekarang sih sudah mulai mengurangi penggunaan tisu sebenernya… Sudah ingin berubah untuk meminimalkan sampah, tapiiii belum bisa lepas sama sekali. Penggunaan tisu sudah mulai dibarengi sama penggunaan sapu tangan atau handuk kecil. Jadi ga selalu pakai tisu. Semoga sih ke depan bisa menerapkan gaya hidup minim sampah.. Aamiin… πŸ™‚

Nah, itu tadi 5 barang yang harus selalu ada di tas saya. Barang-barang yang membuat saat bepergian menjadi lebih nyaman.

Iih… Emak-emak banget ya isi tasnya? Hehe.. Gapapa ya… Emang juga emak-emak.. πŸ˜€

 

~ Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu ~Β 

~ Bergeraklah, karena diam berarti kematian ~Β 

 

5 Tempat Makan Favorit Keluarga Kami

Menginjak hari ketujuh BPN Challenge. Alhamdulillah bisa bertahan sampai titik ini. Baru sepekan… Masih ada 3 pekan tersisa. Harus tetep semangat! Yosh!

Postingan kali ini akan bercerita tentang tempat makan apa aja sih yang menjadi tempat favorit bagi keluarga kami.

Sebenernya kalau dibilang favorit, mungkin ga favorit yang sampe kalau makan harus disana, atau dalam sepekan atau sebulan harus makan disana berapa kali. Bukan, bukan seperti itu.

Karena punya anak kecil dan batita, jadi tempat makan pun biasanya harus menyesuaikan dengan lidah anak-anak. Hehe.. Pengennya nyobain makanan yang ngehits, yang pedes-pedes banget, tapi ya kasian anak nanti. Ga bisa makan apa-apa hehe…. πŸ™‚

Kami juga ga selalu makan di luar, paling hanya weekend, itu pun kalau kami lagi pergi keluar dan sudah masuk waktu makan. Jadi jangan dibayangkan kalau tempat-tempat ini sering banget dikunjungi ya.. Hehe.. Tapi bisa dibilang ini adalah tempat makan yang cukup child friendly..Ya khususnya untuk anak-anak saya. Beda anak, beda selera dong ya… πŸ™‚

1. Raa Chaa

Raa Chaa ini sih tempat makan yang disukai anak pertama saya. Kalau kami lagi ke tempat yang disana ada Raa Chaa, biasanya ia akan request untuk makan disana. Ya, abinya pun akan meluluskan permintaannya. Hehe… Menurut kami, menunya cukup ramah di anak-anak. Bisa pakai kuah original, spicy atau tom yum untuk merebus aneka baso seafood dan sayurannya, bisa bakar ayam atau daging sapinya, dan pilihan saus atau sambalnya pun bervariasi. Kalau untuk anak saya, ia sangat excited dengan cara makan yang tidak biasa dengan di tempat lain. Dia senang untuk mencoba memasukkan sayur, baso, atau tofu ke dalam wadah, atau membakar daging yang sudah ia pilih. Mungkin baginya, makan di Raa Chaa adalah pengalaman yang menarik. πŸ™‚ Biasanya kami makan di Raa Chaa Transmart Buah Batu. πŸ˜€

2. Ampera

Siapa sih yang ga kenal dengan tempat makan Ampera? Apalagi buat warga Bandung ya… Dimana di kota ini, tempat makan Ampera tersebar di banyak tempat. Jadi kita bisa menemukan Ampera dimapun. πŸ™‚

Cara memesannya dengan sistem parasmanan. Kita bisa memilih mau nasi merah atau nasi putih, lalu memilih lauk dan sayur yang akan kita makan. Menu lauknya sangat bervariasi, ada aneka masakan ayam, daging/gepuk, aneka masakan dari ikan, udang, cumi, belut, bebek, burung dara, macam-macam perkedel dan pepes, dan masih banyak lagi. Semua akan dihangatkan terlebih dahulu sebelum disajikan pada pemesan. Minuman yang ditawarkan pun sangat bervariasi. Oh,ya, yang paling terkenal dari tempat makan Ampera ini adalah sambal dadaknya. Sambalnya pedas, tapi bikin nagih. Hehe.. Karena menu disini bervariasi banget, kami jadi punya banyak pilihan πŸ™‚

Oh ya, Ampera yang cukup sering kami kunjungi adalah Ampera yang terletak di Jalan Suci, atau Ampera di Jalan Arcamanik. Kalau Ampera di Jalan Suci, anak kami suka, karea ada playground yang disediakan disana. Ada rumah pohon juga, dan sungai kecil buatan. Pokoknya Amperadi Jalan Suci ini cocok untuk family time atau kalau mau mengadakan acara bareng keluarga. Di Weekend biasanya ada live music yang ditampilkan disini. Sedangkan di Ampera Arcamanik, kami suka karena jaraknya memang dekat dengan rumah kami, hehe… Dan tempatnya juga nyaman banget, meskipun ga ada tempat bermain anak, tapi alhamdulillah anak kami senang juga kesini. Di seberang tempat makan Ampera Arcamanik ini, ada Griya Arcamanik dan deretan ruko yang menjual aneka daging dan sayur mayur. Jadi bisa sekalian belanja deh πŸ˜€

Ampera di jalan Suci

3. Bakso Enggal

Tempat makan ketiga adalah Bakso Enggal. Di Bandung, Bakso Enggal ini ada di 2 tempat. Di Pasteur dan di Jalan Burangrang. Kami sering pergi ke Bakso Enggal yang terletak di Jalan Burangrang.Β β€ŽBakso Enggal ini adalah jenia bakso malang. Jadi dia tidak menyediakan mie atau bihun sebagai pelengkap. Cara memesannya pun unik, dengan sistem parasmanan. Kita memilih sendiri jenis bakso apa saja yang kita inginkan, lalu nanti ada salah satu pegawainya yang menuangkan kuah ke dalam mangkok yang sudah kita ambil. Jenis baksonya cukup bervariasi. Ada bakso rebus hingga bakso goreng, siomay, juga berbagai jenis pangsit. Pengunjung Bakso Enggal apalagi saat weekend, bisa sampai penuuh sekali. Harganya masih terjangkau kok. Oh iya, selain bisa memilih menu sendiri, kita juga bisa memilih menu paket, yang sudah ditentukan isinya apa saja. Kalau kami sih lebih memilih untuk tidak pesan menu paket,, biar isi mangkok kami, ya sesuai dengan apa yang kami suka, hehe… πŸ™‚

foto dari zomato.com

4. BebekΒ 

Ini juga tempat favorit kami untuk menikmati bebek. Ada dua tempat makan yang biasanya kami kunjungi jika ingin makan menu bebek. Satu di Bebek Garang, kedua di warung tenda di Jalan gelap Nyawang, tapi biasanya baru buka sore ke malam. Dan akhir-akhir ini jarang warung tenda tersebut, karena pertimbangan anak kedua yang masih usia 1,5 tahun. Biasanya sore ke malam sudah jamnya untuk tidur, dan karena di warung tenda, apalagi saat ini sudah masuk musim hujan, maka udara malam bisa dingin sekali. Mending makan di rumah kan ya? Hehe.. Selain berhemat, bisa lebih nyaman juga. πŸ™‚

Yang kami sukai di Bebek Garang adalah sambal matahnya. Hmm.. Nikmat deh… πŸ™‚ Oh itya, Bebek Garang juga ada beberapa cabang di Bandung. Kami seringnya sih pergi ke cabang yang di jalan Sulanjana. Karena dekat dengan lokasi agenda kami.

Di warung tenda Gelap Nyawang, nasinya bisa memilih, mau nasi putih atau nasi uduk. Diatasnya ditaburi bawang goreng… Hm… ini juga nikmat, loh.. πŸ™‚ Harga masih wajar dan bersahabat ya… πŸ˜€

5. Malah DicuboΒ 

Ada yang pernah denger tempat makan ini? Dari namanya sudah ketahuan ya kalau ini tempat makan Padang. hehe.. Ini sih tempat favorit keluarga dari suami, kalau sedang ingin menikmati masakan Padang (meskipun kami sama-sama orang Padang, tapi saat makan di luar, kami jarang memilih restoran Padang sih hehe… Biar bisa coba menu hits Bandung yang lain… hahaha… :)). Anak saya yang pertama juga lahap sekali kalau makan disini. Ya tentu saja untuk anak, kami memilih menu yang tidak pedas. Masakan Padang disini enak banget. Sambal hijaunya juara! Hehe.. Sayang, saya tidak memiliki foto saat kami makan disini. Tempatnya biasa saja, bukan seperti restorang Padang ternama seperti Sederhana dan lainnya. tapi, masakannya enak banget. Letaknya di area stasiun Bandung, di sebelah Sate Hadori.

foto dari mediaparahyangan.com

Nah, itu tadi 5 tempat makan yang cukup sering kami kunjungi ( dibanding yang lain yaa… Soalnya tergolong jarang juga makan di luar :D). Semoga bermanfaat πŸ™‚

Jadi pengen baca tulisan teman-teman blogger lain tentang review tempat makan favoritnya. Pasti bisa menambah daftar wisata kuliner kalau berkunjung ke kota lain πŸ™‚

~ Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu ~

~ Bergeraklah, karena diam berarti kematian ~

5 Fakta tentang Rini Inggriani

Menginjak hari keenam BPN 30 Day Challenge, saya sudah mulai merasa kesulitan dengan tema yang ditentukan. Hehehe…. πŸ™‚

Bener deh, tema hari ini buat saya maju mundur untuk menuliskannya. Temanya adalah 5 fakta tentang diri sendiri. Waah… Awalnya saya ga ada ide sama sekali untuk menuliskan apa. Satu aja sulit, apalagi diminta lima.. Hehe… πŸ˜„

Tapi akhirnya saya beranikan diri untuk menuliskannya, bismillaah.. Semoga bukan untuk narsis ya.. Tapi lebih untuk menjadi bahan evaluasi diri sendiri juga. Hehe… Kadang, kalau ga ada momennya atau kalau ga dipaksa, evaluasi diri cuma jadi angan-angan aja. Hehe..

Inilah 5 fakta tentang diri saya yang mungkin belum banyak orang yang tahu. Hehehe.. Sok artis banget yaa… πŸ™‚

Introvert. Sejatinya, saya adalah orang yang introvert. Tempat favorit saya dulu adalah menyendiri di dalam kamar, menulis di buku catatan, corat coeret di kertas tentang apa yang saya pikirkan, dan lain sebagainya. Saya ;lebih merasa nyaman untuk menyimpan semua perasaan rapat-rapat dalam diri. hanya bagian-bagian tertentu yang biasannya saya ceritakan pada orang lain. Itu pun tidak bisa ke sembarang orang. Apalagi ditambah ada beberapa pengalaman yang justru membuat saya semakin memilih untuk tidak menceritakan detail pada orang lain. Karena beberapa kali saya mengalami kesulitan untuk menyampaikan maksud saya, lalu akhirnya terjadi miskomunikasi. Ujung-ujungnya jadi ga enak, dan akhirnya saya memilih untuk diam πŸ™‚ Hehe. .. Namun setelah menikah, alhamdulillah saya memiliki tempat untuk berbagi semua cerita, berbagi semua perasaan yang hadir dalam diri saya, menceritakan hal-hal yang mungkin bagi orang lain, receh banget, hehe, sampai menceritakan mimpi-mimpi besar saya. Ya, siapa lagi kalau bukan pada suami. Alhamdulillah juga dikaruniakan suami yang menjadi pendengar setia istrinya. πŸ˜€ Ternyata salah satu hikmah menikah adalah membuat seseorang yang introvert akan terbuka sejadi-jadinya.. Hahaha… Peace πŸ˜€

Pemalu. Jangan ada yang protes yaa, pliss… hehe. Mungkin, bagi sebagian orang yang sudah cukup mengenal dekat saya, tidak akan percaya ketika saya katakan bahwa saya ini pemalu. tapi ini bener loh… Hehe… Dari saya kecil hingga sebesar ini, sifat ini masih ada dalam diri saya. Saya merasa sulit untuk memulai berkenalan dan mengobrol dengan orang baru, saya merasa malu untuk berdekatan dengan orang-orang yang belum saya kenal dekat, atau saat hadir di acara-acara tertentu pun, rasa malu ini kerap menghinggapi saya.

Pernah mengalami pendarahan di otak. Meskipun bukan kasus pendarahan yang berat, tapi saat kejadian itu, beberapa aktivitas saya cukup terganggu. Saat itu saya masih duduk di bangku kelas 2 SMA. Beberapa hari saya mengalami rasa sakita yang sangat hebat di bagian belakang kepala bawah. Awalnya saya pikir karena saat itu saya sudah beberapa hari pulang sore, dan tidur sedikit karena tugas sekolah. Bisa saja karena kecapean, lalu muncullah rasa sakit kepala itu. Namun, ternyata semakin hari semakin berat. Seperti dipukul oleh benda yang keras berkali-kali. Akhirnya saya memutuskan untuk memeriksakan diri ke klinik sekolah. Dokter pun mengira karena kecapean dan tidur yang kurang. Saya diberi obat untuk meringankan sakit. Seminggu kemudian, ternyata tidak berubah. Saya kembali ke klinik sekolah, lalu diberi obat. Jika dalam tiga hari ke RS. Ternyata setelah 3 hari pun tidak berubah. Akhirnya saya dirujuk ke RS. Di RS, saya kembali diberi obat, menjalani pemeriksaan, hingga akhirnya disarankan untuk CT Scan. Dari sanalah baru ketahuan, bahwa ada pendarahan di otak, dan ada bagian otak saya yang mengecil karena pendarahan tersebut. Ini cerita lengkapnya kalau ditulis disini bisa panjang banget πŸ™‚ Jadi untuk saat ini, saya skip dulu ya hehe…

Tahun 2016 adalah salah satu tahun yang cukup “wah” untuk saya. Kenapa? Memangnya tahun yang lain tidak berkesan?

Hehe.. Bukan begitu. Setiap tahun, pasti ada hikmah dan merupakan anugerah yang besar dari Allah. Saya masih bisa menghirup udaraNya dengan bebas, masih diberikan kesempatan untuk beramal, dan lain-lain. Namun di tahun 2016 ini saya merasakan nikmat yang luar biasa bertubi-tubi dari awal hingga akhir tahun. Di awal tahun ini saya memang membuat resolusi tahun tersebut secara detail, baik sebagai seorang hamba Allah, peran-peran sebagai istri, ibu, anak, kakak, dan lain-lain, juga sebagai seorang pribadi. Sampai ke hal-hal seperti tempat mana yang ingin saya kunjungi, semua saya tuliskan. Semua saya jabarkan dalam kertas A3. Lalu saya komunikasikan kepada suami, dan tentunya memohon pada Allah agar dikuatkan dalam menjalani resolusi tersebut. Ternyata Allah menjawab do’a-do’a saya. Allah memberikan nikmat yang tak habis-habisnya saya syukuri sampai saat ini. Apa yang saya tuliskan dalam resolusi 2016, ternyata bisa terealisasi hampir 80%. Buat saya, ini pencapaian yang tidak mudah.Β  Biidznillaah… Mulai dari operasi lasik, buku solo saya lahir di tahun ini, buku antologi juga menyusul 2 bulan kemudian, hamil anak kedua, bisa mengunjungi wishlist tempat impian, dan masih banyak lagi. Alhamdulillaah πŸ™‚

Terakhir, fakta yang kelima adalah menikah dengan seseorang yang dulu saya sempat berpikir, “Apa ga ada ikhwan lain lagi?” wkwkwkw… Bukan apa-apa, saya dan suami dulu termasuk sering berantem hehe… Kami sama-sama satu organisasi, dan lebih sering beradu argumen ketimbang akurnya. Maka, saat disodorkan nama untuk ta’aruf, saya speechless. Lalu galau, tapi akhirnya, istikharah yang jadi jalannya. Allah yang menunjukkan bahwa ya memang insya Allah dia adalah jodoh saya. Hehe.. Kalau ditanya sekarang bagaimna? Sekarang, saya sangat bersyukur memiliki suami yang luar biasa. Pengertian dan sabar menghadapi istri yangg introvert tapi cerewet dan kadang suka labil ini hehe… πŸ˜€

ItuΒ  5 fakta tentang saya. Rini Inggriani. πŸ™‚

Tulisan ini sebenernya membuat saya menjadi banyak bersyukur atas apa yang sudah Allah berikan selama saya hidup di dunia ini. Dan semoga menjadi catatan kecil utnuk evaluasi, biar bisa jadi pribadi yang lebih kece di hadapan Allah tentunya.

 

~ Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu ~

~ Bergeraklah, karena diam berarti kematian ~Β 

Media Sosial Bagi Saya

  • Welcoming weekend πŸ™‚

Ada yang merasakan hal yang sama dengan saya gak sih? Weekend itu bukannya waktu leyeh-leyeh di rumah seharian atau waktu santai, tapi ternyata weekend itu malah lebih sibuk daripada weekday? πŸ™‚

Yes, buat saya, weekend itu jauh lebih sibuk dibandingkan weekday. Kalau weekend bisa berangkat pagi, sampe rumah malem. kalau weeekend, karena tidak bekerja di ranah publik, otomatis aktivitas banyak dilakukan di rumah. Paling hanya rutinitas antar jemput anak sekolah ( yang deket banget dari rumah, hehe..:)), atau misal lagi ingin ajak anak jalan keman, setelah sepulang sekolah. Itu aja.

Tapi kalau weekend, semua full dilakukan di dua hari itu. Ya pengajian, ya rapat organisasi, ya silaturahim mengunjungi orangtua, atau ajak jalan anak-anak bareng suami, dan masih banyak lagi, Rasa-rasanya badan kalau beres weekend udah kayak habis kerja keras banget. Hehe.. Dan seringnya, di weekend, justru target harian pribadi saya sering tidak terlaksana. Hiks.. Makanya bela-belain nulis, ngedraft, biar tetep bisa setor challenge BPN ini. Alhamdulillah, kerasa banget manfaat challenge ini.

Prolognya panjang bener ya… πŸ™‚

Tema kali ini tentang media sosial.

Wuiih… ini tema yang dekat sekali dengan kita saat ini ya. Apalagi seorang blogger, pasti akan mengoptimalkan media sosialnya untuk melakukan branding, memviralkan tulisannya, atau menaikkan traffic pengunjung blognya, Betul apa betul? πŸ™‚

Ya, media sosial memang sesuatu yang sulit dihindari saat ini. Zaman sudah mengalami perkembangan teknologi sedemikian pesatnya, dan memiliki pengaruh yang sangat besar bagi kehidupan manusia di dalamnya. Termasuk dalam hal komunikasi antar manusia.

Media sosial menjadi salah satu alat berkomunikasi saat ini. Teman lama yang sudah bertahun-tahun kita tidak bertemu, bisa kita dapatkan kabarnya saat ini melalui media sosial. Media sosial juga digunakan untuk membuat jejaring pertemanan yang lebih luas lagi.

Saya bukanlah tipe orang yang pansos kalau kata anak sekarang. Alias panjat sosial. Yang pengen follower sekian-sekian dalam waktu berapa lama, atau tipe yang harus begini begitu dalam menggunakan media sosial.

Media sosial memang penting dan dapat memberikan pengaruh yang positif bila digunakan secara proporsional, namun, bukan berarti waktu kita habis begitu saja karena kita terlalu asyik untuk scrolling timeline media sosial yang kita miliki.

Apalagi buat emak-emak dengan dua anak kecil seperti saya, ga sanggup kalau harus update setiap waktu. hehe.

Media sosial dapat kita gunakan sebagai sarana branding diri, berbagi,Β  dan juga menjalin silaturahim dengan lebih banyak orang. Namun, media sosial pun pernah menjadi ujian dan godaan bagi diri saya. Betapa tidak, saya yang setiap hari di rumah, kalau melihat pencapaian teman-teman seangkatan saya yang sudah “wah”, terkadang ada perasaan minder yang tiba-tiba menghampiri. Merasa kalau saya tidak memiliki progress yang membanggakan dalam perjalanan kehidupan saya. Wehehehe.. Baper deh. Kadang saya bisa unfollow akun tertentu untuk menjaga mood ketika saya mungkin dalam kondisi kurang “waras” Hehe… Tapi kalau udah balik lagi warasnya, rasa syukurnya sudah kembali di-install, biasanya saya follow lagi.. hehe.. Benar-benar jadi sarana belajar menata hati hehe…

Benar ya, segala sesuatu itu ada sisi positif dan negatifnya. Seperti dua sisi mata uang, media sosial pun bisa menjadi hal yang positif, atau negatif, tergantung bagaimana kita menggunakannya, dan menyikapinya. Oh iya, satu hal yang saya lakukan, biasanya saya membatasi waktu untuk menjelajah di media sosial. Sebab saya masih sangat ingin “hadir” di dunia nyata, menyapa orang-orang terdekat kita.

Karena saat kita ditimpa kesusahan, yang pertama menolong adalah orang-orang terdekat kita, bukan follower kita, bukan? Hehe…

Ingin menikmati real life yang hakiki πŸ™‚ Peace ah…

Ada yang punya pengalaman unik dalam bermedia sosial, share yuk!

~ Bersegeralah, akrena waktu takkan menantimu ~

~ Bergeraklah, karena diam berarti kematian ~

Gabung di Blogger Perempuan Network, Seru!

Bismillaah…

Alhamdulillaah masuk hari keempat challenge. Insyaallah masih tetap semangat, meskipun harus curi-curi waktu untuk menulis. Hehe… πŸ™‚

Tema hari ini, tentang alasan bergabung di Blogger Perempuan Network.

Sebenernya resmi bergabung dengan komunitas Blogger Perempuan Network ini belum terlalu lama kalau dibandingkan dengan teman-teman blogger yang lain. Jadi masih junior lah. Hehe… Tapi kalau ngikutin media sosialnya Blogger Perempuan ini udah lama banget. Jadi selalu dapet update info tentang Blogger Perempuan.

Kembali ke pertanyaan kenapa sih gabung di Blogger Perempuan Network?

Saya ingin belajar lebih banyak. Ya, itu. Motivasi utamanya untuk belajar dan meningkatkan kapasitas diri. Baik kapasitas diri secara teknis maupun secara sosial.

Semenjak resign di tahun 2014 lalu, menulis adalah pilihan bidang yang ingin saya tekuni dan dalami lebih lanjut. Semua hal tentang menulis, ingin saya pelajari, termasuk seluk beluk blogging dan menjadi blogger. Dan di Blogger Perempuan Network ini, saya bisa belajar banyak dari teman-teman blogger yang sudah senior dan kece banget pengalaman-pengalaman bloggingnya.

Alasan yang selanjutnya adalah ingin berkomunitas. Ya, kita ga bisa memungkiri dong ya, kalau kita ini makhluk sosial. Butuh banget bareng-bareng sama orang-orang yang yang memiliki satu frekuensi. Hehe… Termasuk saya. Apalagi semenjak resign, mobilitas saya praktis turun. Hehe.. Dan dengan berkomunitas, saya tetap bisa merasakan hidup yang lebih hidup. Tetap bisa bertemu banyak orang-orang yang dari mereka saya bisa mengambil inspirasi yang luar biasa, dan menyuntikkan motivasi dan semangat ke dalam diri saya. Melalui Blogger Perempuan Network, saya juga bisa belajar, bagaimana menjadi seorang perempuan yang tetap berdaya, dengan segala potensi dan keterbatasannya. Bisa mengenal banyak orang yang meskipun hanya di dunia maya, namun seperti sudah kenal lama πŸ™‚ Semua itu hal yang sangat saya syukuri.

Di Blogger Perempuan Network, bangak sekali event-event menarik dan berfaedah yang diaksanakan baik secara online maupun offline. Rasanya ingin banget mengikuti semua event tersebut.. Hehehe… Ya tujuannya untuk belajar dan berkomunitas tadi.

Kita bisa belajar apapun, dari manapun, dari siapapun, dengan lebih banyak melihat dan mendengar. Kita bisa belajar hal sekecil apapun, dari sekitar kita. Dan itu salah satuya saya temukan di komunitas Blogger Perempuan Network. Terima kasih BPN πŸ™‚

 

~ Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu ~Β 

~ Bergeraklah, karena diam berarti kematian ~Β 

Menentukan Nama Blog, Susah Susah Gampang!

Yeaay, sudah masuk hari ketiga di BPN Challenge.. alhamdulillah di hari ketiga ini bisa agak tenang nulisnya, karena tidak terburu-buru waktu.Β  πŸ™‚ Tapi tetep, nulis saat anak terlelap, hehe..

Tema hari ketiga ini adalah “Kenapa memilih nama blog yang dipakai saat ini?”

Setiap orang yang mau membuat blog, pasti akan dihadapkan pada posisi memilih nama blog yang akan digunakan. Memilih nama blog ini menurut saya susah susah gampang. Memilih nama blog ini bisa kaya mau milih nama anak, hehe… pasti ingin yang bagus, terdengar indah, dan banyak pertimbangan sebelum menggunakan nama tersebut. Kalau nama blog, mungkin ada satu kriteria tambahan yang sering dipakai oleh blogger, yaitu nama blog yang akan muncul di search engine dengan mudah.

Umumnya,Β  memakai nama blog yang menggambarkan konten blog itu sendiri, akan lebih mudah untuk menaikkan traffic blognya. Saat orang-orang mencari konten tentang A, bisa jadi akan diarahkan ke blog yang memakai nama A di dalamnya.

Nah, kembali ke diri saya sendiri. Apa alasan memilih nama blog yang sekarang?

Nama blog saya tidak lain adalah nama saya sendiri. Hehe.. Ga mau repot pilih nama… #ups

Eits… bukan itu aja loh alasannya. Alasan kuat lain adalah untuk branding. Yaa.. meskipun saya sepenuhnya sadar, kalau buat newbie macem saya, mungkin akan sulit menaikkan traffic blog menggunakan nama sendiri. Tapi gak masalah, semua berproses, insya Allah.Β  Beberapa kali terlibat proyek menulis, baik buku solo (tahun 2016) maupun beberapa buku antologi, nama yang saya gunakan adalah nama asli saya, Rini Inggriani. Bukan nama pena. Jadi, makin mantaplah saya untuk menggunakan nama pribadi sebagai nama blog. πŸ™‚

Semoga blog ini ke depan bisa lebih bermanfaat bagi pembaca, khususnya bagi diri saya sendiri πŸ™‚

“kata-kata kita menjelma boneka lilin

saat kita mati untuk memperjuangkannya

kala itulah ruh kan merambahnya

dan kalimat-kalimat itupun hidup selamanya”

-Sayyid Quthb-

~ Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu ~

~ Bergeraklah, karena diam berarti kematian ~

 

Tulisan Favorit di Blog

Kalau nulis di blog, sukanya menulis tentang apa sih?

Sedikit cerita, blog yang saya gunakan ini adalah blog yang baru lahir di Agustus 2018 lalu. Masih newborn banget hehe… Postingannya pun baru beberapa. Karena itulah, jadi ingin men-challenge diri sendiri, dengan ikutan #BPN30dayChallenge2018 ini, sekaligus latihan konsistensi.

Jadi kalau ditanya, suka menulis tema apa di blog, masih terlalu dini untuk menjawab secara sempurna #tsaaah… πŸ™‚

Kalau di “rumah” ini, tulisan yang saya tulis masih dominan tentang review buku yang sudah saya baca, dan beberapa tulisan dalam rangka muhasabah.

Blog ini juga rencananya belum akan dijadikan blog dengan niche tertentu (sampai saat tulisan ini diturunkan yaa… hehe.. belum tahu ke depan seperti apa). Sebab, saya memposisikan diri saya sebagai “blogger wanna be” atau seseorang yang masih awam dan masih sangat perlu belajar segala sesuatunya tentang blog. meskipun sudah mengenal blog lama, tapi sebenarnya, saya belum tau apa-apa. Sama kaya orang yang sudah pacaran bertahun-tahun, tapi ternyata belum tahu luar dalam pasangannya.Β  Loh… jadi cocokologi hehe… Intermezzo… πŸ˜€

berdasarkan pengalaman menulis di blog sebelumnya, beberapa tema yang suka saya tulis, ada beberapa macam.

Tema tentang parenting dan keluarga. Tema ini baru saya tuliskan setelah saya melalui perjalanan menikah, menjadi seorang istri, lalu alhamdulillah menjadi seorang ibu. Semua hal yang berkaitan dengan parenting dan keluarga, sangat menarik bagi saya. Saya sadar banget kalau ilmu saya dalam bab ini masih kurang. Jadi, setiap mendapatkan pengalaman atau ilmu baru, rasanya ingin saya bagikan dalam blog saya. Mungkin saja dari pengalaman yang saya alami, bisa diambil hikmahnya oleh newbie mom macam saya dulu. πŸ™‚

Lalu berikutnya tema mengenai kontemplasi atau muhasabah diri. Saya senang mengamati sekitar saya, lalu saya pikirkan apa hikmah yang ada di dalamnya, lalu saya tuangkan dalam tulisan. No, bukan untuk menggurui siapapun ya.. Ini lebih ke reminder untuk diri saya sendiri.

Tema literasi, adalah tema yang juga saya suka sekali untuk menuliskannya. Termasuk dalam book review, atau perjalanan saat saya melahirkan beberapa buku, baik buku antologi maupun buku solo. Semacam portofolio hidup yang saya simpan kisahnya dalam blog.

Sisanya, masih random banget, ya cerita tentang perjalanan ke kota mana, pengalaman menghadapi situasi yang sulit, atau sekedar curhatan receh yang minim faedah, bisa juga terpampang nyata dalam blog saya. hehe. Inilah salah satu alasan saya untuk pindah rumah ke wordpress, biar lebih serius. Dan memang merupakan salah satu misi yang saya azzamkan di awal tahun 2018 lalu.

Itu tadi beberapa tema yang sering saya tuliskan dalam blog. Ada ide tema tulisan yang kece untuk ditampilkan di blog? Sharing, yuk!

~ Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu ~

~ Bergeraklah, karena diam berarti kematian ~