5 Fakta tentang Rini Inggriani

Menginjak hari keenam BPN 30 Day Challenge, saya sudah mulai merasa kesulitan dengan tema yang ditentukan. Hehehe…. πŸ™‚

Bener deh, tema hari ini buat saya maju mundur untuk menuliskannya. Temanya adalah 5 fakta tentang diri sendiri. Waah… Awalnya saya ga ada ide sama sekali untuk menuliskan apa. Satu aja sulit, apalagi diminta lima.. Hehe… πŸ˜„

Tapi akhirnya saya beranikan diri untuk menuliskannya, bismillaah.. Semoga bukan untuk narsis ya.. Tapi lebih untuk menjadi bahan evaluasi diri sendiri juga. Hehe… Kadang, kalau ga ada momennya atau kalau ga dipaksa, evaluasi diri cuma jadi angan-angan aja. Hehe..

Inilah 5 fakta tentang diri saya yang mungkin belum banyak orang yang tahu. Hehehe.. Sok artis banget yaa… πŸ™‚

Introvert. Sejatinya, saya adalah orang yang introvert. Tempat favorit saya dulu adalah menyendiri di dalam kamar, menulis di buku catatan, corat coeret di kertas tentang apa yang saya pikirkan, dan lain sebagainya. Saya ;lebih merasa nyaman untuk menyimpan semua perasaan rapat-rapat dalam diri. hanya bagian-bagian tertentu yang biasannya saya ceritakan pada orang lain. Itu pun tidak bisa ke sembarang orang. Apalagi ditambah ada beberapa pengalaman yang justru membuat saya semakin memilih untuk tidak menceritakan detail pada orang lain. Karena beberapa kali saya mengalami kesulitan untuk menyampaikan maksud saya, lalu akhirnya terjadi miskomunikasi. Ujung-ujungnya jadi ga enak, dan akhirnya saya memilih untuk diam πŸ™‚ Hehe. .. Namun setelah menikah, alhamdulillah saya memiliki tempat untuk berbagi semua cerita, berbagi semua perasaan yang hadir dalam diri saya, menceritakan hal-hal yang mungkin bagi orang lain, receh banget, hehe, sampai menceritakan mimpi-mimpi besar saya. Ya, siapa lagi kalau bukan pada suami. Alhamdulillah juga dikaruniakan suami yang menjadi pendengar setia istrinya. πŸ˜€ Ternyata salah satu hikmah menikah adalah membuat seseorang yang introvert akan terbuka sejadi-jadinya.. Hahaha… Peace πŸ˜€

Pemalu. Jangan ada yang protes yaa, pliss… hehe. Mungkin, bagi sebagian orang yang sudah cukup mengenal dekat saya, tidak akan percaya ketika saya katakan bahwa saya ini pemalu. tapi ini bener loh… Hehe… Dari saya kecil hingga sebesar ini, sifat ini masih ada dalam diri saya. Saya merasa sulit untuk memulai berkenalan dan mengobrol dengan orang baru, saya merasa malu untuk berdekatan dengan orang-orang yang belum saya kenal dekat, atau saat hadir di acara-acara tertentu pun, rasa malu ini kerap menghinggapi saya.

Pernah mengalami pendarahan di otak. Meskipun bukan kasus pendarahan yang berat, tapi saat kejadian itu, beberapa aktivitas saya cukup terganggu. Saat itu saya masih duduk di bangku kelas 2 SMA. Beberapa hari saya mengalami rasa sakita yang sangat hebat di bagian belakang kepala bawah. Awalnya saya pikir karena saat itu saya sudah beberapa hari pulang sore, dan tidur sedikit karena tugas sekolah. Bisa saja karena kecapean, lalu muncullah rasa sakit kepala itu. Namun, ternyata semakin hari semakin berat. Seperti dipukul oleh benda yang keras berkali-kali. Akhirnya saya memutuskan untuk memeriksakan diri ke klinik sekolah. Dokter pun mengira karena kecapean dan tidur yang kurang. Saya diberi obat untuk meringankan sakit. Seminggu kemudian, ternyata tidak berubah. Saya kembali ke klinik sekolah, lalu diberi obat. Jika dalam tiga hari ke RS. Ternyata setelah 3 hari pun tidak berubah. Akhirnya saya dirujuk ke RS. Di RS, saya kembali diberi obat, menjalani pemeriksaan, hingga akhirnya disarankan untuk CT Scan. Dari sanalah baru ketahuan, bahwa ada pendarahan di otak, dan ada bagian otak saya yang mengecil karena pendarahan tersebut. Ini cerita lengkapnya kalau ditulis disini bisa panjang banget πŸ™‚ Jadi untuk saat ini, saya skip dulu ya hehe…

Tahun 2016 adalah salah satu tahun yang cukup “wah” untuk saya. Kenapa? Memangnya tahun yang lain tidak berkesan?

Hehe.. Bukan begitu. Setiap tahun, pasti ada hikmah dan merupakan anugerah yang besar dari Allah. Saya masih bisa menghirup udaraNya dengan bebas, masih diberikan kesempatan untuk beramal, dan lain-lain. Namun di tahun 2016 ini saya merasakan nikmat yang luar biasa bertubi-tubi dari awal hingga akhir tahun. Di awal tahun ini saya memang membuat resolusi tahun tersebut secara detail, baik sebagai seorang hamba Allah, peran-peran sebagai istri, ibu, anak, kakak, dan lain-lain, juga sebagai seorang pribadi. Sampai ke hal-hal seperti tempat mana yang ingin saya kunjungi, semua saya tuliskan. Semua saya jabarkan dalam kertas A3. Lalu saya komunikasikan kepada suami, dan tentunya memohon pada Allah agar dikuatkan dalam menjalani resolusi tersebut. Ternyata Allah menjawab do’a-do’a saya. Allah memberikan nikmat yang tak habis-habisnya saya syukuri sampai saat ini. Apa yang saya tuliskan dalam resolusi 2016, ternyata bisa terealisasi hampir 80%. Buat saya, ini pencapaian yang tidak mudah.Β  Biidznillaah… Mulai dari operasi lasik, buku solo saya lahir di tahun ini, buku antologi juga menyusul 2 bulan kemudian, hamil anak kedua, bisa mengunjungi wishlist tempat impian, dan masih banyak lagi. Alhamdulillaah πŸ™‚

Terakhir, fakta yang kelima adalah menikah dengan seseorang yang dulu saya sempat berpikir, “Apa ga ada ikhwan lain lagi?” wkwkwkw… Bukan apa-apa, saya dan suami dulu termasuk sering berantem hehe… Kami sama-sama satu organisasi, dan lebih sering beradu argumen ketimbang akurnya. Maka, saat disodorkan nama untuk ta’aruf, saya speechless. Lalu galau, tapi akhirnya, istikharah yang jadi jalannya. Allah yang menunjukkan bahwa ya memang insya Allah dia adalah jodoh saya. Hehe.. Kalau ditanya sekarang bagaimna? Sekarang, saya sangat bersyukur memiliki suami yang luar biasa. Pengertian dan sabar menghadapi istri yangg introvert tapi cerewet dan kadang suka labil ini hehe… πŸ˜€

ItuΒ  5 fakta tentang saya. Rini Inggriani. πŸ™‚

Tulisan ini sebenernya membuat saya menjadi banyak bersyukur atas apa yang sudah Allah berikan selama saya hidup di dunia ini. Dan semoga menjadi catatan kecil utnuk evaluasi, biar bisa jadi pribadi yang lebih kece di hadapan Allah tentunya.

 

~ Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu ~

~ Bergeraklah, karena diam berarti kematian ~Β 

4 Replies to “5 Fakta tentang Rini Inggriani”

  1. Kalo kata orang jawa, benci nyanding. Kalo benci sama orang maka cenderung didekatkan. Hehehe, dari sering berantem malah jodoh. Alhamdulillah 😊
    Salam kenal mbak…

    1. Iya mbaak… hehe.. Alhamdulillah sekarang udah sehat, insyaallah… Oh iya? semoga saudaranya juga sehat2 ya mbak sekarang πŸ™‚

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *