Di Rumah Saja? It’s Okay!

Entah sampai kapan wabah Covid19 ini akan berakhir dan tertangani di Indonesia. Tidak ada yang tahu, sampai kapan kita harus membatasi aktivitas kita di luar rumah, dan lebih banyak melakukan aktivitas di rumah saja.

Apakah saat di rumah, kita merasa bosan? Sudah sebulan lebih di rumah saja, mungkin bagi sebagian besar orang yang biasa beraktivitas keluar rumah setiap hari, tentu sedikit banyak akan merasa bosan. Tidak hanya orang dewasa, namun anak-anakpun akan merasakan bosan. Anak-anak yang biasanya bertemu dengan teman-temannya di sekolah, belajar dan bermain bersama, kini harus di rumah selama beberapa lama, pasti pernah merasa bosan. Bahkan untuk keluar rumah pun dibatasi.

Saya seorang ibu rumah tangga, yang sebelum terjadi pandemi Covid19 ini pun aktivitas dominan ya di dalam rumah. Keluar rumah jika antar jemput anak sekolah, ajak main anak keluar, atau membeli keperluan di rumah. Kondisi saat ini membuat saya makin di rumah saja. Hehe. Dulu saja sempat ada perasaan jenuh saat menghadapi rutinitas di rumah, apalagi saat ini.

Namun, saat ini jika rasa jenuh atau bosan melanda, saya melihat dari sisi lain, bahwa kami sekeluarga bisa berkumpul bersama di rumah. Pertanyaannya, bagaimana agar membuat seluruh anggota keluarga bisa betah di rumah?

Bagi saya yang masih memiliki anak usia TK dan balita, tentu harus bisa mengalihkan rasa bosan anak dengan hal yang lebih mengasyikkan.

Bermain bersama anak, baik ibu dan ayah, membantu anak-anak untuk tetap gembira di dalam rumah. Kita bisa melakukan aktivitas yang menyenangkan bersama di rumah. Membaca buku, bermain lego, membuat karya bersama, memasak bersama, dan lain lain.

Biasanya, kami hanya bertiga melakukan aktivitas di rumah, karena suami harus ke kantor. Tapi, karena suami saat ini “work from home“, jadi anak-anak bisa bermain sepuasnya dengan ayahnya. Meskipun saat ayahnya ada tugas yang harus dikerjakan, anak-anak diberi pengertian terlebih dahulu.

Cara lain agar tetap betah di rumah, bisa dengan mengerjakan sesuatu yang baru, misal di rumah kami, sejak wabah ini ada, kami mulai belajar bercocok tanam, meskipun hanya di dalam pot. Hehe. Tapi hal ini bisa menjadi sarana belajar anak juga. Mengenalkan tentang proses berkembangnya tumbuhan, dan melatih kesabaran untuk melihat benihnya tumbuh.

Ada banyak cara yang bisa kita lakukan agar tetap betah di rumah. Bisa secara fisik, misal mengganti tata letak barang di rumah, atau posisi tempat tidur dan lemari, misalnya. Agar terasa suasana yang berbeda. Atau secara psikologis, dengan memperbanyak ikatan dengan anggota keluarga. Jika sebelumnya kita fokus pada aktivitas masing-masing, maka sekaranglah waktunya untuk saling mendengarkan dan memberikan support terbaik bagi setiap anggota keluarga.

~Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu~

~Bergeraklah, karena diam berarti kematian~

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *