Jika Covid19 Berakhir

Sudah lebih dari satu bulan kita berada di rumah. Keluar rumah hanya untuk keperluan yang urgent saja. Seperti berbelanja kebutuhan primer, berolahraga dan berjemur di sekitar rumah, atau ke fasilitas kesehatan saat sakit. Itupun dengan tetap memakai masker dan menerapkan social distancing.

Bepergian pun tidak. Mengunjungi keluarga dan kerabat sudah lama tidak dilakukan, bahkan sekarang mudik pun tidak boleh, apalagi pergii ke tempat wisata. Hehe. Semua dilakukan untuk menghentikan penyebaran virus Covid19 ini.

Pernah gak sih berpikir, kira-kira kapan wabah ini akan berakhir?

Hihi… Kalau saya, beberapa kali sempat berpikir, kita-kira kapan wabah ini berakhir. Apakah 29 Mei 2020 seperti yang sudah ditetapkan oleh BNPB? Atau diperpanjang kembali masa tanggap darurat Covid19 ini? Anak pertama saya Juli tahun ini insyaallah akan masuk SD. Sekolah yang baru, dan tentu memiliki banyak peer untuk mempersiapkannya. Sementara hingga saat ini, sekolah TK anak masih libur dan menjalankan pembelajaran jarak jauh. Apakah nanti anak saya ketika masuk sekolah sudah berganti sekolah ke SD? Sampai kapan wabah ini selesai?

Kita gak ada yang pernah tahu dengan pasti, seberapa lama wabah ini di Indonesia.

Jika Covid19 ini berakhir, ada beberapa hal yang ingin sekali saya lakukan.

  1. Saya ingin bisa mengunjungi orang tua dan mertua saya, juga bisa bertemu dengan mereka sesering mungkin.
  2. Bertemu dengan teman-teman yang selama pandemi ini hanya bisa menatap wajah mereka dari layar saja, berjabat tangan, dan memeluk mereka.
  3. Saya ingin mengikuti kajian secara langsung di masjid-masjid. Salah satu masjid yang saya rindukan selama pandemi ini adalah Masjid Salman ITB. Duh, masjid itu memang selalu meneduhkan sejak dahulu.
  4. Mengunjungi dan bersilaturahim dengan keluarga di luar kota.
  5. Pergi ke tempat wisata.
  6. Dan ini, bisa menghirup udara segar, tanpa terhalang masker, hehe….

Alhamdulillaah, ‘ala kulli haal…

Meskipun masih pandemi dan harus di rumah saja, ternyata banyak hal yang masih bisa saya syukuri. Bisa bersama dengan suami di rumah, karena suami WFH. Bonding dengan anak-anak pun jadi lebih terbangun.

Jadi, kapan wabah Covid19 ini akan berakhir? Wallaahu a’lam. Yang bisa kita lakukan hanya berikhtiar dan berdoa pada Allah.

~Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu~

~Bergeraklah, karena diam berarti kematian~

Ikut Setip Yuk, Biar Gak Mager Nge-blog!

Sudah 1 bulan ya, tahun 2019 berjalan. Gak kerasa udah masuk bulan Februari lagi. Langsung kepikiran sama resolusi 2019 gang sudah dirancang di awal tahun ini.

Ternyata, waktu 31 hari itu bisa berlalu sedemikian cepat tanpa kita sadari. Kita bisa terlena dengan waktu, tanpa menyadari bahwa ada banyak waktu yang kita sudah abaikan begitu saja.

Nah, sekitar 2 hari lalu, saya melihat postingan salah satu teman saya di Instagram, tentang event yang diadakan oleh Estrilook Community. Event ini tentang ajakan untuk ngeblog setiap pekan minimal 3 kali postingan, alias SETIP. Wiiih… Langsung dong, syaraf-syaraf di otak bekerja, dan menemukan “AHA” moment . Ini yang saya butuhkan.

Salah satu resolusi saya tahun ini dalam bidang blogging adalah membuat postingan minimal 2-3 kali sepekan, karena kalau sehari satu postingan, saya ga kuat deh. Hehe. Nyerah.

Makanya realistis aja di angka 2-3 postingan. Eh eh… Ternyata, setelah 1 bulan berlalu, saya juga gak berhasil menjalankan resolusi ini. Di bulan Januari 2019, saya hanya berhasil membuat 4 postingan aja, yang berarti kalau dirata-ratakan, seminggu hanya bisa 1 kali posting.

Begitu ketemu challenge SETIP ini, saya ingin banget bisa ikut, agar bisa memaksa diri saya untuk bisa mewujudkan resolusi yang sudah saya buat. Siapa tahu, kalau saya konsisten mengikuti SETIP ini, saya bisa terlatih untuk rajin nge-blog, dan gak mager untuk buat postingan.

Doakan semoga saya berhasil yaa… Buat teman-teman yang butuh menantang diri juga, bisa banget loh ikut SETIP, mumpung masih baru mulai. 😄

~Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu~

~Bergeraklah, karena diam berarti kematian~