Review Buku : “Menuju Rumah Minim Sampah”

Bismillaah…

Kali ini pengen sedikit mereview buku yang baru aja selesai saya baca. Buku ini baru nyampe di tangan, di hari Sabtu minggu lalu. Udah ga sabar pengen baca sejak saat itu. Hehe.

Penampakan cover buku Menuju Rumah Minim Sampah

Judul Buku : Menuju Rumah Minim Sampah

Penulis : DK. Wardhani

Penerbit : Pustaka RMA

Jumlah halaman : 180 halaman

Buku ini ditulis oleh Mbak DK Wardhani, yang akrab disapa dengan Mbak Dini. Beliau ini salah satu pegiat #belajarzerowaste di kalangan ibu-ibu. Beliau juga penulis lepas buku-buku anak. Nah, kali ini, beliau menuliskan pengetahuan dan penngalamannya dalam #belajarzerowaste dalam buku ini. Oh iya, pengemasan buku ini pun dilakukan dengan memninimalkan sampah, loh. Jadi bener-bener kerasa perjuangan beliau untuk menggiatkan zero waste.

Buku “Menuju Rumah Minim Sampah” ini dikemas dengan gaya bahasa yang sangat enak untuk dibaca oleh siapapun. Penggunaan kata-kata yang tidak dipahami oleh semua orang pun akan dijelaskan dengan baik oleh Mbak Dini.

Diawali dengan pemaparan fakta-fakta yang ada di lingkungan sekitar kita, yang membuat kita dapat menemukan “AHA” moment, kenapa sih kita harus “repot-repot” untuk memikirkan sampah? Ngapain sih harus belajar zero waste? Toh udah ada yang bakal ngurusin sampah-sampah kita, kan?

Ya, pemikiran-pemikiran semacam itu yang coba diluruskan oleh Mbak Dini dalam buku yang menarik ini. Sampahku adalah tanggung jawabku. Yaps, membangun kesadaran, bahwa semua yang kita lakukan adalah tanggung jawab kita, termasuk dalam hal pengelolaan sampah.

“Sampahku, tanggung jawabku..”

Senangnya, di buku ini kita diajak untuk mulai mempraktekkan apa yang kita dapat sedikit demi sedikit. Difasilitasi oleh jurnal yang ada dalam buku ini. Jadi, secara bertahap, kita bias memulai langkah untuk #belajarzerowaste ala kita dan keluarga di rumah. Tentunya sesuai dengan kondisi masing-masing yaa…

Penampakan jurnalnya

Pokoknya, buku ini recommended sekali untuk dibaca, dan tentunya diamalkan di kehidupan sehari-hari ya.

Kesan saya setelah membaca buku ini.. Waah langsung pengen praktekin semuanya, tapi di sisi lain, minder juga, karena sempet terbersit perasaan ga yakin sanggup langsung praktekkin semua. Jebreet… Haha… Tapi, semua butuh proses ya… Dan, saya, insyaallah siap untuk memulai proses tersebut.

Bismillaah….

“Zero waste adalah sebuah perjalanan…

Tambahan, buat warga Bandung, walikota bandung, Mang Oded pun punya program yang selaras dengan gaya hidup zero waste ini. KangPisMan. Kurangi, Pisahkan, dan Manfaatkan. Jadi, kita bisa belajar zero waste bareng-bareng. Pasti lebih seru

 

~ Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu ~

~ Bergeraklah, karena diam berarti kematian ~