Online Shopping

Hai hai… Udah masuk hari ke 28 aja nih hari ini. Waktu berlalu begitu cepat ya…. Semoga bertahan sampai finish. Aamiin.. 🙂

Tema hari ini adalah tentang 5 situs belanja favorit buat online shopping. 

Hm… Ga bisa dipungkiri ya kalau dengan kemajuan teknologi, perilaku sosial kita pun akan berubah. Termasuk dalam hal ekonomi. Kalau dulu kita mau cari-cari barang harus menyempatkan diri untuk datang ke mall atau toko tertentu yang ingin kita tuju, sedangkan saat ini, kita tinggal “cuci mata” lewat layar gadget kita. Tinggal pilih barang, transfer uang, lalu menunggu barang diantar ke tempat kita. Efisiensi waktu dan tenaga. 🙂

Saya pun begitu. Saya jarang sekali pergi khusus untuk belanja barang-barang kebutuhan sekunder secara offline. Kecuali kalau saat pergi ke tempat tertentu, lalu ada barang yayng memang saya butuhkan dan ada di tempat tersebut. jarang banget yang menyengajakan pergi untuk membeli barang-barang sekunder atau tersier. 

Kenapa? soalnya masih gendong dan gandeng anak. Hehe… Kebayang kalau pergi ke mall, yang ada bukan menikmati acara belanja, tapi lebih mengawasi anak-anak. Hehe.. Ujung-ujungnya ya mending online. Bisa lebih leluasa memilih, dan ga cape juga. Tapi kekurangan online, kita ga bisa tahu kondisi barang sebenernya ya… Banyak yang kena tipu juga.. Atau barang tidak sesuai ekspektasi. 

Oh iya… Tapi ngomong-ngomong soal online shopping, saya juga sebenernya jarang juga beli barang online. hehe… Trus maunya apa? hahaha.. Bukan yang tipe suka belanja kecuali kalau kebutuhan diri atau keluarga. 

Jadi kalau ditanya situs belanja favorit, bingung juga. Wkwkwk… Tapi saya coba tuliskan beberapa tempat yang saya suka berbelanja disana ya… 

Grup ITBMotherhoood. Hehe… Ini sebenernya grup emak-emak dan calon emak yang dulunya pernah kuliah di ITB. Nah, ada waktu market day setiap pekannya. Disana member bisa menawarkan lapaknya. Nah, biasanya saya lebih suka belanja disini. Karena lebih percaya aja sih. karena lingkaran pertemanannya juga cukup dikenal. Jadi ga takut kalau ketipu wkwkw… Alhamdulillah belanja disini jadi bisa sekalian silaturahim juga. Ini bukan situs tapi yaa… Haha… 

Tokopedia. Saya beberapa kali pernah berbelanja via marketplace ini. Sejauh ini sih alhamdulillah baik-baik saja. 

Lazada. Disini juga saya pernah membeli barang-barang. Tapi ya itu, karena saya jarang belanja, frekuensi mampir kesini pun ga terlalu sering. 

Bookstore anak di instagram. Saya bisa menahan diri untuk tidak membeli keperluan pribadi, tapi kalau lihat buku anak yang bagus-bagus, saya suka kalap. Hehehe… Nah, biasanya saya searching di instagram. Oh iya, selain buku anak, mainan anak second juga biasa berburu di instagram atau ITBMotherhood hehe. 

Itu tadi tempat yang biasa saya kunjungi ketika akan online shopping. Kalau situs tertentu sih ga ada. Hehe.. Ya, karena jarang belanja juga. Pegang gadget juga syusyah… hihi… Tapi positifnya, dompet agak aman sih..

Kalau teman-teman, sering belanja online dimana? 🙂

~Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu~

~Bergeraklah, karena diam berarti kematian~

5 Hal Sederhana yang Bikin Saya Happy

Hari ke 27, alhamdulillaah…. Ga nyangka bisa sampai hari ini. Awalnya ga yakin bisa. Tapi ternyata alhamdulillah bisa sampai hari ini. Semoga bisa sampai hari ke 30. Aamiin. 

Bicara soal kebahagiaan, definisi bahagia bagi tiap orang beda-beda pastinya. Standarnya pun berbeda-beda. Ada yang harus punya uang sekian untuk bisa merasa bahagia, ada yang kebahagiaannya cukup dengan melihat orang yang disayangnya senang, dan masih banyak lagi. 

Kalau kata Mbak Asma Nadia, sebenarnya bahagia itu sederhana, ada pada hati yang bersyukur. Jleb banget ga siih… Kebayang ya, kalau kita selalu mengukur diri dengan kebahagiaan orang lain, ga akan selesai dengan kebahagiaan diri sendiri. Karena pada akhirny selalu membandingkan dengan orang lain. 

Bahagia itu sederhana. Bisa dari hal-hal yang kecil. Ini 5 hal sederhana yang bisa bikin saya bahagia. 

Bisa menikmati kebersamaan dengan keluarga. Leyeh-leyeh bareng di kasur di hari libur, meskipun ga pergi kemana-mana, tapi bahagia aja bisa menghabiskan waktu bareng keluarga. Bercengkrama dan main bareng. 

Bisa mandi dengan tenang. Haha.. Ini sih harapan emak-emak dengan anak masih kecil yang baru ditinggal bentar udah nyariin emaknya dimana. Momen untuk bisa mandi dengan tenang ini adalah momen yang langka untuk emak-emak. Jadi, kalau ada momen ini, alhamdulillah, bahagianya… 🙂 

Suami pulang cepat dari kantor. Hihi…. Ini salah satu kebahagiaan sederhana saya. Akhir-akhir ini, suami sedang sibuk-sibuknya di kantor, karena amanah baru yang diembannya. Pulang bisa baru malam sekali. Nah, saat suami pulang lebih cepat dari kantor, priceless hehe… 🙂 

Bisa menghirup udara pagi yang segar.  

Saya selalu menyukai pagi. Baik udara maupun suasananya. Bagi saya, bisa menyapa pagi lagi, artinya Allah masih memberi kesempatan bagi saya untuk berbekal kembali. Nikmat yang luar biasa. 

Melihat anak-anak tumbuh sehat. Bisa melihat anak-anak tumbuh sehat adalah salah satu kebahagiaan sederhana bagi seorang ibu. 

~Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu~

~Bergeraklah, karena diam berarti kematian~ 

5 Produk Kosmetika yang Rutin Dipakai

Tarrraaa…. Tema hari ini susah lagi nih buat saya. Hehe… 

Tema hari ini adalah 5 kosmetik yang dipakai dan direkomendasikan. Saya ini, termasuk perempuan yang  ga gaul sama kosmetik atau skin care gitu. Beneran deh, bahkan lipstik pun saya ga punya. Apalagi pakai. Hwuaaa…. Bisa dihitung jari, kapan saya memakai lipstik. 😀 Paling banter ya lip balm dan sejenisnya. 

Tapi, semenjak usia menginjak kepala 3, dan di grup ITBMotherhood ada #kamissyantiek, jadi mulai sedikit aware dengan perawatan diri. Ya, bukan yang kosmetik buat merias sih.. Lebih ke perawatan aja. Dan tujuannya bukan buat diliat orang lain, tapi ya demi suami aja lah ya haha… 🙂 

Ini produk yang biasa saya pakai. 

Skin Aqua SPF 50. Ini salah satu produk yang rutin saya pakai. Dan cukup wajib meskipun lebih banyak aktivitas di rumah. Kalau saya cocok pakai ini. Ga lengket, dan mudah meresap. Oh iya, ini juga produk yang saya juga cukup rajin buat re-apply. Kalau yang lain malah ga pernah hahaha… 🙂

Produk kedua adalah bedak loose powder Wardah. Saya lebih suka memakai bedak tabur dibandingkan bedak padat. Dan sejauh ini, saya cukup cocok dengan produk-produk Wardah, salah satunya bedak tabur ini. Cuma kadang, bedak ini suka ga awet karena sering diaminkan oleh anak saya. Hehe.. Ya dibanting-banting, dimainkan. Hehe..

Produk berikutnya adalah Wardah creamy wash C-Defense. Ini facial wash yang saya suka. Aroma jeruknya terasa kuat, jadi merasa lebih segar gitu.. Hehe… Buat emak-emak kaya saya, harus pinter-pinter cari celah buat balikin energi positif di tengah hiruk pikuk rutinitas. Nah, salah satunya dengan mencuci muka pakai produk ini, biasanya lebih segar ke dalam diri. Hehe..

Selanjutnya, Vaseline petroleum jelly. Ya untuk melembabkan area yang kering. Karena kulit saya termasuk tipe kulit kering. 

Produk terakhir adalah jenis lip balm. Saya suka Nivea. Yang murmer aja. Hehe… Tapi overall, saya suka dengan produk ini kok… 🙂 Saya ga pernah pakai lipstik. Ga pernah tau juga brand-brand yang lagi hits apa. Hehe.. Tapi minimal untuk bibir, saya pakao lip balm. 

~Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu~ 

~Bergeraklah, karena diam berarti kematian~

Hikmah Terjatuh dari Sepeda

Ada banyak kenangan yang tersisa dari masa kecil saya. Baik kenangan yang membuatku bahagia ketika mengingatnya, sedih saat kembali merasakan apa yang dulu pernah dialami, atau dan beribu rasa yang menghampiri. 

Selalu ada hal istimewa yang bisa diingat dalam masa kecil. Kali ini saya ingin menceritakan salah satu fragmen ketika saya masih duduk di bangku kelas 6 SD. 

Saat itu, saya sudah menyelesaikan ujian nasional SD, dan sedang liburan, menanti pengumuman hasil UN. Suatu sore, teman-teman saya datang ke rumah untuk mengajak saya bermain sepeda. Awalnya saya menolak, sebab sepeda saya sudah tidak bisa dipakai saat itu. 

Tapi teman-teman membujuk saya untuk ikut, saya bisa dibonceng oleh teman saya. Akhirnya saya meminta izin ibu untuk pergi bersepeda. Ibu bilang, tidak usah ikut. Di rumah saja. Tapi saya tetap bersikeras untuk ikut teman-teman bersepeda. Akhirnya ibu mengizinkan. 

Saya dan teman-teman bersepeda ke komplek perumahan mewah yang tak jauh dari tempat tinggal kami. Disana kompleknya sangat luas dan jalannya juga cukup lebar. Kami bersepeda cukup lama. 

Saat itu, kami hendak pulang. Saya masih dibonceng oleh teman saya. Ada dua jalan pulang yang bisa kami tempuh. Satu jalan yang lebih dekat, namun turunannya lebih tajam dan cukup menikung, sementara jalan satu lagi, agak jauh, namun turunannya lebih landai. Saat teman saya bertanya lebih baik lewat mana, saya memilih jalan yang lebih dekat, meskipun lebih curam turunannya. 

Teman saya membawa sepedanya ke jalan yang dekat. Kami turun, mulai terasa sepeda meluncur keras, tiba-tiba dari arah bawah, ada sepeda motor. Karena tepat di tikungan, temanku tidak sadar ada motor dari bawah, ia terkejut, lalu membanting stir sepeda ke kiri, dan kami pun terjatuh. Tangan saya sulit digerakkan, karena area siku tergesek aspal dengan keras, aku terkilir, kulit di daerah siku terkelupas. Sedang teman saya lebih beruntung. Hanya celananya yang bergesekan dengan aspal, tidak sampai terluka. 

Karena sulit berjalan, saya diantar oleh satpam komplek menggunakan sepeda motor ke rumah. Sampai di rumah, ayah dan ibu saya terkejut. Lalu ibu mencarikan saya tukang urut untuk tangan yang terkilir. 

Singkat cerita, alhamdulilah saya membaik, meskipun bekas luka di daerah siku masih ada hingga kini. Satu hal yang saya ingat adalah, saat itu saya menyesal sekali tidak mengikuti kata ibu untuk tetap di rumah. Akhirnya saya terjatuh hehe… Itu selalu saya ingat hingga kini. Hikmah yang luar biasa. 🙂 

Jangan abaikan perkataan orangtua, apalagi ibu. 😀 

~Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu~ 

~Bergeraklah, karena diam berarti kematian~

 

5 Keinginan yang Belum Tercapai

Setiap manusia sejatinya memiliki keinginan yang ingin diwujudkan atau dicapai. Keinginan yang tidak akan sama antara satu manusia dengan manusia lainnya. 

Kayanya sampai akhir hidup, manusia akan selalu punya keinginan yang ingin ia capai, bukan? Nah, bicara soal keinginan yang belum tercapai, saya juga punya keinginan yang sampai saat ini belum bisa terwujud. Sekalian mumpung akhir tahun 2018, semoga tulisan ini bisa jadi evaluasi untuk 2019, agar bisa berikhtiar untuk mewujudkan keinginan saya. Insyaallah. 

Pertama, hafizh 30 Juz. Keinginan ini sebenernya sudah dari lama sekali saya simpan dalam diri saya. Inginnya bisa hafizh di usia 30 tahun. namun, di usia 30 lewat 1 tahun ini, saya belum menyelesaikan setoran 30 juz Alquran. Masih bolong-bolong ikut halaqah Qur’an dan setorannya. Tapi kalau menghapal, tetap saya lakukan. Meskipun terasa lebih sulit saat ini, karena biasanya saat menghapal, sering ada interupsi dari anak-anak. hehe. 

Kedua, daftar haji. Hehe.. Ini belum juga dilaksanakan. Masih mengumpulkan dananya. Semoga tahun depan sudah bisa terkumpul dan bisa daftar haji. Kebayang kan ya, daftar antrian haji itu sekarang bisa belasan tahun. Hmm.. Semoga Allah sampaikan kita ke Baitullah yaa…. 🙂

Menulis buku solo berikutnya. Ini keinginan yang juga belum tercapai di tahun ini. Dari buku solo perdana di tahun 2016, hingga 2018 ini saya belum melahirkan buku solo kembali. Buku-buku yang terbit di tahun ini adalah buku antologi. Kadang pengeen banget untuk mencoba menulis solo lagi. tapi, lagi-lagi alasan waktu jadi penghambat. Hehe. Bisa nulis maleem banget. padahal bisa ya, disusahakan setiap hari menulis, toh lama-lama jadi bisa terkumpul juga tulisan. hehe. Insyaallah. 

Melanjutkan kuliah. Naah ini… hehe… pengen kuliah lagi dari dulu. Tapiii ga mau jurusan yang dulu saya ambil saat S1. Hehe.. Pusing, kan mau ambil apa? Wkwkwk…. Kalau cerita sama suami, saat ditanya, mau ambil jurusan apa, masih bingung hehe. Tahun lalu saya sempat iseng (beneran iseng) untuk apply beasiswa Chevening. Lolos? Ya gaklah.. hehe… Orang beneran itu nyobain aja yang nothing to lose hehe… Ga ada persiapan apapun. Dan udah tahu juga kalau ga bakal lolos. 

Terus, kenapa dilanjutin? Hehe… Soalnya saya ingin merasakan seperti dulu saat mencoba berbagai kesempatan beasiswa. Ingin mencoba “suasana” seperti dulu lagi. Haha.. Iseng banget ya… Tapi beneran, kalau keinginan saya untuk melanjutkan kuliah ini serius loh. 🙂

Keinginan yang kelima, yang belum tercapai adalah bisa mengendarai motor. Hoho… receh banget yaa.. Tapi saya memang belum bisa mengendarai motor. Baru bisa nyetir mobil aja. Tapi akhir-akhir ini merasa butuh untuk bisa bawa motor. Mobilitas untuk antar jemput anak atau beli bahan keperluan rumah, lebih enak pakai motor, apalagi dengan rumah di daerah gunung. bawa mobil kalau jaraknya cuma dekat-dekat aja, rasanya sayang. hehe.. Kecuali kalau bareng sama anak-anak. 

Hihi… itu 5 keinginan saya yang belum tercapai. Sebenernya kalau mau didetailin, masih banyak deh keinginan yang belum tercapai. Yaiyalah yaa…. Namanya manusia, ada aja yang diinginkan 🙂

Semoga teman-teman bisa mencapai apa yang ingin diraih di 2019 ya… Biidznillaah… 🙂

~Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu~

~Bergeraklah, karena diam berarti kematian~

Menyesal dalam Hidup

Hidup mana pernah sih selalu sesuai dengan yang kita inginkan? Dalam hidup, kita juga tak selalu bahagia, bukan? 

Ada kecewa, sedih, marah, gembira, bahagia, semua datang silih berganti dalam hidup kita. Ga mungkin kita berharap bisa bahagia terus. Saat ada sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan kita, adakalanya membuat kita sedih atau kecewa. 

Begitupun saya. Selama 31 tahun diberi kesempatan untuk menghirup udara di dunia, saya mengalami semua rasa itu. Kadang saya bisa menangis sesenggukan, marah-marah geje, hehe.. Atau bisa tertawa begitu lepas. 

Bicara tentang penyesalan, rasanya wajar ya perasaan menyesal itu kalau pernah kita rasakan. Menyesal mengapa kita tidak lebih dulu, menyesal mengapa kita tidak berusaha lebih baik, menyesal kenapa harus memilih dia, menyesal kenapa harus berhenti, dan lain sebagainya. Bagi saya, menyesal adalah proses yang wajar dan alamiah dirasakan oleh manusia. 

Namun, di dalam Islam, perasaan menyesal ini pun ada tuntunannya. Bagaimana dalam hadits Rasulullah pun ada yang menerangkan tentang ini. 

Bersungguh-sungguhlah dalam hal-hal yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusan), serta janganlah sekali-kali kamu bersikap lemah. Jika kamu tertimpa sesuatu (kegagalan), maka janganlah kamu mengatakan, ‘seandainya aku berbuat demikian, pastilah tidak akan begini atau begitu’. Tetapi katakanlah, ‘ini telah ditakdirkan oleh Allah dan Allah berbuat sesuai dengan apa yang dikehendaki’. Karena sesungguhnya perkataan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan setan”. (HR. Muslim no. 2664)

Ternyata, berkata “seandainya aku berbuat demikian, pastilah tidak akan begini atau begitu..”  tidak disukai oleh Allah dan Rasulnya, karena dapat membuka pintu perbuatan setan. Kalimat ini pun sama maknanya dengan penyesalan. 

Bukan berarti kita tidak boleh menyesal, karena penyesalan adalah sesuatu yang sulit dihindari saat kita terbentur dengan kenyataan hidup yang tidak mengenakkan, hehe… Namun, yang perlu diperhatikan adalah penyesalan yang berkepanjangan, dan menjurus jadi meratapi nasib. Hehe… 

Kadang ya… Godaan setan itu luar biasa banget… Bikin diri ga mau bersyukur.. Lupa aja gitu kalau nikamat yang sudah diberi itu jauh lebih banyak dari kesusahan yang kita rasakan.

Jadi, apakah yang saya sesali? Dari sekian banyak pengalaman penyesalan, yang paling bikin kepikiran adalah kenapa saat dulu belum menikah, saya tidak optimal dalam menghapal Alquran. Kenapa nyesel? Iya, soalnya mau menghapal Alquran saat menikah dan punya anak itu tantangannya banyak banget. Waktunya udah ga fleksibel seperti dulu. Hehe.. Itu aja sih. Tapi ga sampai meratapi, yang ada ya saat ini saya ikhtiar lebih keras aja. 

Kalau teman-teman, gimana menyikapi penyesalan yang ada? 

~ Bersegeralah karena waktu takkan menantimu ~ 

~ Bergeraklah, karena diam berarti kematian ~ 

Pilih Blogger Full Time atau Part Time?

Alhamdulillah, sampai juga nih di tema ke 22. Beneran deh, ngejarnya ngos-ngosan banget… Ditambah drama ini itu. 

Kemarin-kemarin sempet skip nulis karena maag kambuh. Itu kambuh maag yang terparah dalam sejarah hehe. 3 hari lemes, perut sakit, mual muntah. Udah ngalamin 2 kali mual muntah saat hamil, kesimpulannya mending mual muntah karena hamil daripada mual muntah karena maag. 😅😅 

Beres badan agak mendingan, eh anak perempuan kena sariawan. Kebayang dong ya, anak 1,5 tahun kena sariawan, jadi ga bisa makan. Padahal biasa makan apa aja mau, ini mau makan, tapi apa daya sariawan bikin dia ngelepehin semua makanan. Kasian liatnya. Dan akhirnya rewel dan susah tidur. Emaknya ginana? Ya jadi begadang juga dong haha… Kerjaan ga ada yang beres, karena harus gendong all the time. Malam pun minim tidur 😀

Back to tema yaa… 

Ngobrolin tentang blogger part time atau full time. Mana sih yang ingin saya capai? 

Saya pribadi sebenernya pengennya suatu saat nanti bisa menjadi blogger full time. Nah, saat ini ya saya masih merintis jalan menunu kesana. Mengenal blog sudah dari bertahun-tahun lalu, namun seperti yang pernah saya tuliskan di postingan sebelumnya, bagi saya dulu, ngeblog hanya sebagai cara saya untuk mengeluarkan uneg-uneg, mengalirkan rasa yang ada dalam diri. Itu aja. Ga pernah menganggap serius bahwa dengan ngeblog, kita bisa mendapatkan lebih dari itu. Jadi dulu, saya hanya menggunakan blog untuk mengisi waktu luang saja. Jadi part time blogger pun ga masuk kriteria, ya.. Hehe…

Namun seiring dengan dinamika hidup saya.. Tsaah… Semua berubah. Saya yang dari dulu memang suka menulis, setelah resign dari pekerjaan sebagai apoteker, membuat saya berpikir ulang tentang apa yang bisa saya lakukan untuk tetap dapat mengaktualisasi diri saya. Agar tetap berkembang dan tidak berhenti belajar. 

Akhirnya blog menjadi sarana saya untuk berlatih menulis, dan tetep ya sebagai sarana curhat. hehe. Dan setelah cukup banyak menempuh perjalanan, ada pasang surut, naik turun semangat, berawal di keinginan tahun 2018 untuk lebih serius ngeblog, berpindahlah rumah tulis menulis saya, disini. 

Saat ini, saya bercita-cita untuk menjadi blogger full time. Meskipun perjalanan masih panjang, namun insya Allah saya akan lalui semuanya. Bukan hanya untuk profit diri semata atau eksistensi diri, tapi lebih ingin menjadikan blog sebagai sarana saya untuk bisa bermanfaat bagi orang lain. Bukankah manusia yang paling baik itu adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya? 🙂

~ Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu ~

~ Bergeraklah, karena diam berarti kematian ~

2 Pekerjaan Rumah Tangga yang Buat Saya Semangat

Tema hari ke 21 ini adalah tentang pekerjaan rumah tangga yang disukai. Hihi… Wow, keseharian saya sekali ya sebagai ibu rumah tangga. 

Sebagai ibu rumah tangga tanpa ART, praktis semua pekerjaan rumah tangga ya kami selesaikan sendiri. 

Kami? Ya, saya dan suami saya. alhamdulilllah dikaruniai suami yang mau membantu pekerjaan rumah tangga. Hampir semua pekerjaan rumah tangga pernah dilakukan oleh suami. Jadi, suami bukan tipe yang milih-milih kalau bantuin istrinya.. hehe… Alhamdulillaah..

Karena ga pakai ART, jadi dari awal memang kami sudah sepakat kalau kami ini tim dalam keluarga ini. Semua dikerjakan bareng. Alhamdulillah jadi terasa lebih ringan aja, meskipun tetep, kalau lagi lelah banget sih, ya kerjaan ditinggal aja dulu. Yang namanya kerjaan rumah tangga ga akan beres-beres. Hehe.. 

Kalau ngomongin pekerjaan rumah tangga yang disukai, saya akan memilih memasak. Hihi… Walaupun masakan saya belum secanggih orang-orang lain, tapi rasanya seneng banget saat bisa bereksperimen buat masak-masak resep yang baru, lalu anggota keluarga pada suka. 🙂 

Saya senang memasak, apalagi ditambah suami yang selalu mendukung saat istrinya ini mau coba hal-hal yabg baru, dan ga takut kalau istrinya ini gagal masak. Buat saya, jadi lebih diapresiasi aja. Suami tipe yang bisa makan apapun. Meskipun orang minang, ga saklek harus makan makanan Padang terus. Anak pertama juga suka banget ikut masak. Meskipun laki-laki, tapi dari kecil udah keliatan tertarik untuk masak. Hihi… 🙂 

Selain memasak, pekerjaan rumah tangga yang disukai adalah menyetrika. 

Haa? Ga salah? 

Ya, ga salah. Saya suka menyetrika, karena buat saya jadi seperti me time dan menyendiri dengan diri sendiri. Wkwkwk.. Dasar introvert ya… Tapi meskipun saya suka menyetrika, setrikaan tetap saja menggunung. Kenapa? Karena masih punya balita, agak susah kalau nyetrika di siang hari. Harus malam. Dan kadang malem itu suka lelah duluan. 🙂 Suami pun suka menyetrika hihi… Jadi kami sering berbagi peran ini. 

Ternyata, pekerjaan rumah tangga itu tak selalu monoton dan membosankan. Dibikin enjoy aja ya… 🙂 

~ Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu ~ 

~ Bergeraklah, karena diam berarti kematian ~ 

Ini yang Saya Lakukan di Hari Libur

Duuh… tema di hari ke 20 ini tentang apa yang dilakukan di hari libur. Hehe.. Gampang-gampang susah nih. Soalnya, sebagai ibu rumah tangga, saya memang setiap hari “libur”, namun, di hari orang-orang kantoran libur, saya tetap ga bisa “libur”. Gimana dong? 😀

Yah, namanya ibu rumah tanggga, meskipun terlihat di rumah aja tiap hari ga kemana-mana, namun nyatanya, di rumah itu bukan leyeh-leyeh doang atau nonton sinetron atau scrolling medsos terus haha… #curcol.

Di rumah, nyatanya pekerjaan ga berhenti-berhenti mengantri untuk diselesaikan. Bahkan tidur pun paling akhir. Karena saat semua penghuni rumah tidur, emak akan melanjutkan pekerjaan rumah, atau mengerjakan sesuatu untuk dirinya sendiri alias  “me time”. Hehehe.

Kalau hari libur, apa dong yang saya lakukan?

Bagi saya, weekend itu justru jauh lebih banyak yang harus saya kerjakan. Dan biasanya lebih banyak tempat yang harus saya kunjungi. Ya ada acara, ke rumah orang tua atau ke rumah mertua, jalan-jalan yang hanya kami berempat saja, dan lain-lain. Seringnya, begitu Senin tiba, badan malah pegal-pegal karena semua dipadatkan di hari Sabtu dan Ahad. Hehe…

Inginnya sih saat liburan, saya bisa merebahkan badan dengan tenang selama 1 jam saja di siang hari. Hehe.. Sesuatu yang sulit saya lakukan di hari biasa. Nasib ibu dengan 2 balita. hehe.. Selain itu pengen banget cuma leyeh-leyeh di rumah, bercengkrama dengan suami dan anak-anak. Ya bercanda dan ngobrol tanpa diburu-buru waktu. Mengerjakan hal-hal seru bareng dan semacamnya. Buat meningkatkan bonding di antara kami. 

Selain itu, di hari libur biasanya saya lebih leluassa untuk pegang laptop, karena anak-anak akan dibawa sama abinya jalan-jalan keliling komplek, jadi saya bisa punya waktu sendirian di rumah agak lama dari biasanya. Buat saya, hal kecil seperti ini saja sudah jadi hadiah yang “wow” banget. hehe.. Alhamdulillaah… 🙂

~ Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu ~

~ Bergeraklah, karena diam berarti kematian ~

10 Lagu yang Ada di Playlist

Tema hari ini tentang 10 lagu yang ada di playlist. Wuiih… Rasanya saya udah lama banget loh ga dengerin playlist atau dengerin musik dari telepon pintar. Hehe.. Dulu cukup sering saat masih kerja di sebuah rumah sakit swasta. Itupun kalau pas lagi kebagian shift malam dan lagi ga banyak resep. Buat mengusir ngantuk yang datang. 

Kalau sekarang, saya jarang banget denger lagu. Entah karena sudah jadi emak-emak, jadi waktu berasa ga cukup aja untuk sekedar menikmati lagu. Hehe.. Mending simpan energi buat tidur.. #loh haha… Karena yang namanya emak-emak itu minim tidur kan? Apalagi kalau anak sakit.. Beuh.. Haha.. Malah curcol.

Kalau di mobil, saya juga masih suka mendengarkan lagu. Nah, 10 playlistnya saya ambil dari playlist saya dulu dan yang kini masih tersimpan di mobil ya.. Hehe… 

10 Playlist versi saya : 

  1. Suci Sekeping Hati – Saujana 
  2. Belajar Dari Ibrahim – Snada 
  3. Intifadhah – Rabbani 
  4. Bingkai Kehidupan – Shoutul Harakah 
  5. Bismillah – Raihan 
  6. Sebiru – Edcoustic 
  7. 25 Rasul – Raihan 
  8. A Whole New World – Brad Kane & Lea Salonga 
  9. Everyday I Love You – Boyzone 
  10. Beauty and The Beast OST – Celine Dion 

Haha… Random banget kan playlist saya…  Sebenernya playlist saya dominan nasyid… Dan rata-rata yang didengar pun ya nasyid lagi. Karena buat saya pribadi, mendengarkan nasyid itu positif banget. Lirik lagunya bisa mengingatkan. Hehe.. Tapi tetep ya.. Preferensi orang beda-beda tentunya.. 🙂 Itu no 8-10 nyangkut lagu Barat yang saya suka aja. Kalau dengerin ya sekarang udah ga lagi. Balik lagi ke prioritas sih sekarang yaa..  Hehe… Kecuali pas di mobil mungkin ya.. Itupun biar ga ngantuk saat nyetir. 🙂 

Nah, kalau teman-teman, apa aja lagu yang ada di playlistnya? 🙂 

~ Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu ~ 

~ Bergeraklah, karena diam berarti kematian ~