Jangan Lupa Bersyukur!

Jangan Lupa bahagia!

Akrab dengan kalimat itu?

Ya, akhir-akhir ini banyak terdengar kalimat seperti ini, atau bahkan hashtag #JanganLupaBahagia di media sosial. Apa ada yang salah?

Hehe. Gak kok, gak ada yang salah. Bahkan, karena hashtag tersebut, saya jadi menyadari, bahwa menjadi bahagia itu ya harus diusahakan, bahkan sampai diingatkan seperti ini. Karena begitu cepatnya dunia di sekitar kita bergerak, dan diri kita sedang terengah-engah mengejar “dunia”, seringkali kita lupa untuk membahagiakan diri sendiri.

Betapa banyak orang yang memiliki harta yang berlimpah, tapi setiap hari, yang keluar dari lisannya adalah keluhan, dan wajah murung yang teramat jelas dari wajahnya. Nyatanya, harta berlimpah tak jadi jaminan untuk bahagia.

Ada yang bilang, hidup hanya sekali, jangan lupa bahagiakan diri.

Semakin kesini, saya jadi lebih berpikir, kalau untuk saya pribadi, saya lebih cocok dengan kalimat, “Jangan Lupa Bersyukur”. Kenapa? Buat saya, bersyukur adalah inti untuk mendapatkan hati yang lapang, dan bahagia pun akan hadir, insya Allah.

Kalau saya sedang kurang banget rasa syukurnya, mau sebanyak apapun nikmat di depan mata, rasanya ada aja yang bikin saya kesal, gelisah, banyak mengeluh, dan uring-uringan. Gimana perasaan mau bahagia?

Syukur itu, salah satu kondisi yang bisa membuat seorang mukmin tetap berada dalam kebaikan. Apapun kondisinya.

“Sungguh menakjubkan urusan seorang Mukmin. Sungguh semua urusannya adalah baik, dan yang demikian itu tidak dimiliki oleh siapa pun kecuali oleh orang Mukmin, yaitu jika ia mendapatkan kegembiraan ia bersyukur dan itu suatu kebaikan baginya. Dan jika ia mendapat kesusahan, ia bersabar dan itu pun suatu kebaikan baginya.” (HR. Muslim)

Dan selalu berada dalam kondisi syukur ini gak mudah untuk saya pribadi. Ada aja godaannya, ya selalu lihat rumput tetangga yang lebih hijau, sampe lihat akun instagram sebelah yang tampilannya kece banget. hehe… 🙂

Jadi, jangan lupa bersyukur, biar bisa tetap bahagia, itu intinya…

Hidup hanya sekali, harus berarti. Berarti dalam apa? Ya dalam pandangan Allah. Pandangan manusia suka tipu-tipu dan menipu soalnya… 😀

~Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu~

~Bergeraklah, karena diam berarti kematian~

Ikut Setip Yuk, Biar Gak Mager Nge-blog!

Sudah 1 bulan ya, tahun 2019 berjalan. Gak kerasa udah masuk bulan Februari lagi. Langsung kepikiran sama resolusi 2019 gang sudah dirancang di awal tahun ini.

Ternyata, waktu 31 hari itu bisa berlalu sedemikian cepat tanpa kita sadari. Kita bisa terlena dengan waktu, tanpa menyadari bahwa ada banyak waktu yang kita sudah abaikan begitu saja.

Nah, sekitar 2 hari lalu, saya melihat postingan salah satu teman saya di Instagram, tentang event yang diadakan oleh Estrilook Community. Event ini tentang ajakan untuk ngeblog setiap pekan minimal 3 kali postingan, alias SETIP. Wiiih… Langsung dong, syaraf-syaraf di otak bekerja, dan menemukan “AHA” moment . Ini yang saya butuhkan.

Salah satu resolusi saya tahun ini dalam bidang blogging adalah membuat postingan minimal 2-3 kali sepekan, karena kalau sehari satu postingan, saya ga kuat deh. Hehe. Nyerah.

Makanya realistis aja di angka 2-3 postingan. Eh eh… Ternyata, setelah 1 bulan berlalu, saya juga gak berhasil menjalankan resolusi ini. Di bulan Januari 2019, saya hanya berhasil membuat 4 postingan aja, yang berarti kalau dirata-ratakan, seminggu hanya bisa 1 kali posting.

Begitu ketemu challenge SETIP ini, saya ingin banget bisa ikut, agar bisa memaksa diri saya untuk bisa mewujudkan resolusi yang sudah saya buat. Siapa tahu, kalau saya konsisten mengikuti SETIP ini, saya bisa terlatih untuk rajin nge-blog, dan gak mager untuk buat postingan.

Doakan semoga saya berhasil yaa… Buat teman-teman yang butuh menantang diri juga, bisa banget loh ikut SETIP, mumpung masih baru mulai. 😄

~Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu~

~Bergeraklah, karena diam berarti kematian~

Tulisan Favorit di Blog

Kalau nulis di blog, sukanya menulis tentang apa sih?

Sedikit cerita, blog yang saya gunakan ini adalah blog yang baru lahir di Agustus 2018 lalu. Masih newborn banget hehe… Postingannya pun baru beberapa. Karena itulah, jadi ingin men-challenge diri sendiri, dengan ikutan #BPN30dayChallenge2018 ini, sekaligus latihan konsistensi.

Jadi kalau ditanya, suka menulis tema apa di blog, masih terlalu dini untuk menjawab secara sempurna #tsaaah… 🙂

Kalau di “rumah” ini, tulisan yang saya tulis masih dominan tentang review buku yang sudah saya baca, dan beberapa tulisan dalam rangka muhasabah.

Blog ini juga rencananya belum akan dijadikan blog dengan niche tertentu (sampai saat tulisan ini diturunkan yaa… hehe.. belum tahu ke depan seperti apa). Sebab, saya memposisikan diri saya sebagai “blogger wanna be” atau seseorang yang masih awam dan masih sangat perlu belajar segala sesuatunya tentang blog. meskipun sudah mengenal blog lama, tapi sebenarnya, saya belum tau apa-apa. Sama kaya orang yang sudah pacaran bertahun-tahun, tapi ternyata belum tahu luar dalam pasangannya.  Loh… jadi cocokologi hehe… Intermezzo… 😀

berdasarkan pengalaman menulis di blog sebelumnya, beberapa tema yang suka saya tulis, ada beberapa macam.

Tema tentang parenting dan keluarga. Tema ini baru saya tuliskan setelah saya melalui perjalanan menikah, menjadi seorang istri, lalu alhamdulillah menjadi seorang ibu. Semua hal yang berkaitan dengan parenting dan keluarga, sangat menarik bagi saya. Saya sadar banget kalau ilmu saya dalam bab ini masih kurang. Jadi, setiap mendapatkan pengalaman atau ilmu baru, rasanya ingin saya bagikan dalam blog saya. Mungkin saja dari pengalaman yang saya alami, bisa diambil hikmahnya oleh newbie mom macam saya dulu. 🙂

Lalu berikutnya tema mengenai kontemplasi atau muhasabah diri. Saya senang mengamati sekitar saya, lalu saya pikirkan apa hikmah yang ada di dalamnya, lalu saya tuangkan dalam tulisan. No, bukan untuk menggurui siapapun ya.. Ini lebih ke reminder untuk diri saya sendiri.

Tema literasi, adalah tema yang juga saya suka sekali untuk menuliskannya. Termasuk dalam book review, atau perjalanan saat saya melahirkan beberapa buku, baik buku antologi maupun buku solo. Semacam portofolio hidup yang saya simpan kisahnya dalam blog.

Sisanya, masih random banget, ya cerita tentang perjalanan ke kota mana, pengalaman menghadapi situasi yang sulit, atau sekedar curhatan receh yang minim faedah, bisa juga terpampang nyata dalam blog saya. hehe. Inilah salah satu alasan saya untuk pindah rumah ke wordpress, biar lebih serius. Dan memang merupakan salah satu misi yang saya azzamkan di awal tahun 2018 lalu.

Itu tadi beberapa tema yang sering saya tuliskan dalam blog. Ada ide tema tulisan yang kece untuk ditampilkan di blog? Sharing, yuk!

~ Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu ~

~ Bergeraklah, karena diam berarti kematian ~