Jangan Lupa Bersyukur!

Jangan Lupa bahagia!

Akrab dengan kalimat itu?

Ya, akhir-akhir ini banyak terdengar kalimat seperti ini, atau bahkan hashtag #JanganLupaBahagia di media sosial. Apa ada yang salah?

Hehe. Gak kok, gak ada yang salah. Bahkan, karena hashtag tersebut, saya jadi menyadari, bahwa menjadi bahagia itu ya harus diusahakan, bahkan sampai diingatkan seperti ini. Karena begitu cepatnya dunia di sekitar kita bergerak, dan diri kita sedang terengah-engah mengejar “dunia”, seringkali kita lupa untuk membahagiakan diri sendiri.

Betapa banyak orang yang memiliki harta yang berlimpah, tapi setiap hari, yang keluar dari lisannya adalah keluhan, dan wajah murung yang teramat jelas dari wajahnya. Nyatanya, harta berlimpah tak jadi jaminan untuk bahagia.

Ada yang bilang, hidup hanya sekali, jangan lupa bahagiakan diri.

Semakin kesini, saya jadi lebih berpikir, kalau untuk saya pribadi, saya lebih cocok dengan kalimat, “Jangan Lupa Bersyukur”. Kenapa? Buat saya, bersyukur adalah inti untuk mendapatkan hati yang lapang, dan bahagia pun akan hadir, insya Allah.

Kalau saya sedang kurang banget rasa syukurnya, mau sebanyak apapun nikmat di depan mata, rasanya ada aja yang bikin saya kesal, gelisah, banyak mengeluh, dan uring-uringan. Gimana perasaan mau bahagia?

Syukur itu, salah satu kondisi yang bisa membuat seorang mukmin tetap berada dalam kebaikan. Apapun kondisinya.

“Sungguh menakjubkan urusan seorang Mukmin. Sungguh semua urusannya adalah baik, dan yang demikian itu tidak dimiliki oleh siapa pun kecuali oleh orang Mukmin, yaitu jika ia mendapatkan kegembiraan ia bersyukur dan itu suatu kebaikan baginya. Dan jika ia mendapat kesusahan, ia bersabar dan itu pun suatu kebaikan baginya.” (HR. Muslim)

Dan selalu berada dalam kondisi syukur ini gak mudah untuk saya pribadi. Ada aja godaannya, ya selalu lihat rumput tetangga yang lebih hijau, sampe lihat akun instagram sebelah yang tampilannya kece banget. hehe… 🙂

Jadi, jangan lupa bersyukur, biar bisa tetap bahagia, itu intinya…

Hidup hanya sekali, harus berarti. Berarti dalam apa? Ya dalam pandangan Allah. Pandangan manusia suka tipu-tipu dan menipu soalnya… 😀

~Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu~

~Bergeraklah, karena diam berarti kematian~

Ikut Setip Yuk, Biar Gak Mager Nge-blog!

Sudah 1 bulan ya, tahun 2019 berjalan. Gak kerasa udah masuk bulan Februari lagi. Langsung kepikiran sama resolusi 2019 gang sudah dirancang di awal tahun ini.

Ternyata, waktu 31 hari itu bisa berlalu sedemikian cepat tanpa kita sadari. Kita bisa terlena dengan waktu, tanpa menyadari bahwa ada banyak waktu yang kita sudah abaikan begitu saja.

Nah, sekitar 2 hari lalu, saya melihat postingan salah satu teman saya di Instagram, tentang event yang diadakan oleh Estrilook Community. Event ini tentang ajakan untuk ngeblog setiap pekan minimal 3 kali postingan, alias SETIP. Wiiih… Langsung dong, syaraf-syaraf di otak bekerja, dan menemukan “AHA” moment . Ini yang saya butuhkan.

Salah satu resolusi saya tahun ini dalam bidang blogging adalah membuat postingan minimal 2-3 kali sepekan, karena kalau sehari satu postingan, saya ga kuat deh. Hehe. Nyerah.

Makanya realistis aja di angka 2-3 postingan. Eh eh… Ternyata, setelah 1 bulan berlalu, saya juga gak berhasil menjalankan resolusi ini. Di bulan Januari 2019, saya hanya berhasil membuat 4 postingan aja, yang berarti kalau dirata-ratakan, seminggu hanya bisa 1 kali posting.

Begitu ketemu challenge SETIP ini, saya ingin banget bisa ikut, agar bisa memaksa diri saya untuk bisa mewujudkan resolusi yang sudah saya buat. Siapa tahu, kalau saya konsisten mengikuti SETIP ini, saya bisa terlatih untuk rajin nge-blog, dan gak mager untuk buat postingan.

Doakan semoga saya berhasil yaa… Buat teman-teman yang butuh menantang diri juga, bisa banget loh ikut SETIP, mumpung masih baru mulai. 😄

~Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu~

~Bergeraklah, karena diam berarti kematian~

Target Blogging di 2019

Alhamdulillaah…. Sampai di hari ke 30 tantangan menulis dari Blogger Perempuan. Ga nyangka juga bisa finish sampai akhir 🙂 biidznillaah… 

Di hari terakhir ini bahas tentang target blogging di tahun 2019. Yap, ini sudah memasuki pekan-pekan terakhir di bulan Desember 2018. 2019 sudah di depan mata. Saatnya merapikan kembali semua target dan manajemen diri. 

Beberapa target blogging yang insyaallah akan saya kejar di 2019 adalah sebagai berikut : 

Posting di blog minimal dua kali sepekan. Ya, cukup dua kali sebagai awalan. Kenapa ga coba menantang diri untuk posting tiap hari? Toh ikut challenge ini juga ternyata bisa selama 30 hari menuis di blog?  Hehe… Lebih mengukur diri aja sih. Dulu pernah di tahun 2015 berhasil posting sehari satu postingan di blog yang lama. Tapi, ya hanya berhasil di kuantitas. Sementara kualitas, jauh banget dari kata layak wehehehe.. Karena saya mengejar 1 postingan sehari, kadang saya hanya posting quotes dan gambar saja, atau posting materi belajar saya saja. Lalu, evaluasi dari ikut challenge ini, alhamdulillah saya bisa rutin posting sampai akhir. Tapi, itu sangat terbantu dengan tema-tema yang sudah disediakan. Jadi saya ga bingung lagi mau menulis apa. Hehe.. Dan saat mengikuti tantangan ini, saya sempet beberapa hari kejar setoran dengan posting 2-3 tulisan sehari, untuk mengejar ketertinggalan saya saat sakit dan ga bisa posting. Dan ingin melakukan prioritas yang lain juga sih.. Karena saat ikut challenge  ini, prioritas tersebut jadi tidak terlaksana. Hehe… Harus rapiii hehe… 

Menuliskan list tema yang sudah saya tentukan.  Saat blog yang ini sudah dibuat, saya sudah me-list tema-tema tulisan yang ingin saya posting di blog baru ini. Tentang perjalanan saya dan keluarga ke beberapa tempat, resensi buku, pengalaman-pengalaman menulis saya, dan masih banyak list yang sudah saya buat. Namun, karena saya mengikuti tantangan dari Blogger Perempuan, jadi fokus kesini dulu deh. 

Share konten blog via Instagram. Ini biar blog yang saya kelola lebih luas pembacanya. Hehe.. Sekalian branding diri juga ya. 🙂  

Belajar, belajar, belajar. Karena saya masih newbie dalam dunia per-blog-an, jadi tahun 2019 ini saya mau banyak belajar ngeblog, baik lewat komunitas, belajar ikut lomba, belajar semuanya… Hehe… 

Udah, 4 aja dulu. Hehe… Semoga 4 target ini bisa memotivasi saya buat lebih serius untuk ngeblog. Bismillaah…

Kalau target teman-teman apa? Sharing yuk 🙂 

~Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu~

~Bergeraklah, karena diam berarti kematian~

5 Situs Favorit Saya

Yeaay alhamdulillaah, udah sampai di hari ke 29.  🙂

Tema hari ini tentang 5 situs favorit yang sering dikunjungi. 

Hari gini, siapa sih yang ga kenal dengan browsing di dunia maya? Hehe… Mulai dari cari bahan tugas di sekolah, cari bahan buat kerjaan, atau searching sesuatu yang seru, dan masih banyak lagi. 

Kalau orang bilang, teknologi ini ibarat punya dua sisi yang ga bisa dipisahkan dalam keberjalanannya. Ada sisi negatif dan positifnya. Tinggal bagaimana kita menggunakannya aja. Teknologi itu alatnya, kita yang menggunakannya untuk mencapai tujuan kita, kan ya… 🙂

Nah, setiap hari bersinggungan dengan si teknologi ini, membuat saya juga menjadi orang yang cukup sering berselancar di dunia maya. Ini dia kelima situs yang cukup sering saya kunjungi : 

www.google.com. Siapa sih yang kenal dengan situs pencarian yang terpopuler ini? tinggal ketik kata yang kita inginkan, tak lama kemudian muncul deh hasil yang berkaitan dengan kata yang kita ketik tadi. Mulai dari artikelnya, videonya, gambarnya, dan lain-lain. 

www.riniinggriani.com. Wehehehe… bukannya narsis ya.. Tapi karena sekarang lagi ingin merapikan blog dan juga ikut challenge dari Blogger Perempuan, jadilah blog saya ini menjadi situs yang sering saya kunjungi tiap harinya. 

www.facebook.com. Hihi… Jadul mungkin yaa… tapi media sosial ini masih saya pakai hingga saat ini. Bertahan karena masih banyak input positif yang saya dapatkan dari grup-grup di dalam Facebook ini. 

www.tarbawiyah.com.  Situs ini cukup sering saya kunjungi untuk mendapatkan input tentang keIslaman. Materi-materi terdiri dari berbagai macam kategori yang bisa dipilih sesuai dengan apa yang ingin kita ketahui lebih dalam. 

www.instagram.com. Hoho.. ini adalah salah satu media sosial yang juga rajin saya sambangi hehe… Meskipun ga update feed atau ig story, tapi hampir setiap hari saya kunjungi situs ini. Biasanya sih buat cari inspirasi atau emang lagi pengen buka aja.. haha… Buat hiburan 😀

Kalau situs favorit teman-teman, apa? 😀

~Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu~

~Bergeraklah, karena diam berarti kematian~

Online Shopping

Hai hai… Udah masuk hari ke 28 aja nih hari ini. Waktu berlalu begitu cepat ya…. Semoga bertahan sampai finish. Aamiin.. 🙂

Tema hari ini adalah tentang 5 situs belanja favorit buat online shopping. 

Hm… Ga bisa dipungkiri ya kalau dengan kemajuan teknologi, perilaku sosial kita pun akan berubah. Termasuk dalam hal ekonomi. Kalau dulu kita mau cari-cari barang harus menyempatkan diri untuk datang ke mall atau toko tertentu yang ingin kita tuju, sedangkan saat ini, kita tinggal “cuci mata” lewat layar gadget kita. Tinggal pilih barang, transfer uang, lalu menunggu barang diantar ke tempat kita. Efisiensi waktu dan tenaga. 🙂

Saya pun begitu. Saya jarang sekali pergi khusus untuk belanja barang-barang kebutuhan sekunder secara offline. Kecuali kalau saat pergi ke tempat tertentu, lalu ada barang yayng memang saya butuhkan dan ada di tempat tersebut. jarang banget yang menyengajakan pergi untuk membeli barang-barang sekunder atau tersier. 

Kenapa? soalnya masih gendong dan gandeng anak. Hehe… Kebayang kalau pergi ke mall, yang ada bukan menikmati acara belanja, tapi lebih mengawasi anak-anak. Hehe.. Ujung-ujungnya ya mending online. Bisa lebih leluasa memilih, dan ga cape juga. Tapi kekurangan online, kita ga bisa tahu kondisi barang sebenernya ya… Banyak yang kena tipu juga.. Atau barang tidak sesuai ekspektasi. 

Oh iya… Tapi ngomong-ngomong soal online shopping, saya juga sebenernya jarang juga beli barang online. hehe… Trus maunya apa? hahaha.. Bukan yang tipe suka belanja kecuali kalau kebutuhan diri atau keluarga. 

Jadi kalau ditanya situs belanja favorit, bingung juga. Wkwkwk… Tapi saya coba tuliskan beberapa tempat yang saya suka berbelanja disana ya… 

Grup ITBMotherhoood. Hehe… Ini sebenernya grup emak-emak dan calon emak yang dulunya pernah kuliah di ITB. Nah, ada waktu market day setiap pekannya. Disana member bisa menawarkan lapaknya. Nah, biasanya saya lebih suka belanja disini. Karena lebih percaya aja sih. karena lingkaran pertemanannya juga cukup dikenal. Jadi ga takut kalau ketipu wkwkw… Alhamdulillah belanja disini jadi bisa sekalian silaturahim juga. Ini bukan situs tapi yaa… Haha… 

Tokopedia. Saya beberapa kali pernah berbelanja via marketplace ini. Sejauh ini sih alhamdulillah baik-baik saja. 

Lazada. Disini juga saya pernah membeli barang-barang. Tapi ya itu, karena saya jarang belanja, frekuensi mampir kesini pun ga terlalu sering. 

Bookstore anak di instagram. Saya bisa menahan diri untuk tidak membeli keperluan pribadi, tapi kalau lihat buku anak yang bagus-bagus, saya suka kalap. Hehehe… Nah, biasanya saya searching di instagram. Oh iya, selain buku anak, mainan anak second juga biasa berburu di instagram atau ITBMotherhood hehe. 

Itu tadi tempat yang biasa saya kunjungi ketika akan online shopping. Kalau situs tertentu sih ga ada. Hehe.. Ya, karena jarang belanja juga. Pegang gadget juga syusyah… hihi… Tapi positifnya, dompet agak aman sih..

Kalau teman-teman, sering belanja online dimana? 🙂

~Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu~

~Bergeraklah, karena diam berarti kematian~

5 Hal Sederhana yang Bikin Saya Happy

Hari ke 27, alhamdulillaah…. Ga nyangka bisa sampai hari ini. Awalnya ga yakin bisa. Tapi ternyata alhamdulillah bisa sampai hari ini. Semoga bisa sampai hari ke 30. Aamiin. 

Bicara soal kebahagiaan, definisi bahagia bagi tiap orang beda-beda pastinya. Standarnya pun berbeda-beda. Ada yang harus punya uang sekian untuk bisa merasa bahagia, ada yang kebahagiaannya cukup dengan melihat orang yang disayangnya senang, dan masih banyak lagi. 

Kalau kata Mbak Asma Nadia, sebenarnya bahagia itu sederhana, ada pada hati yang bersyukur. Jleb banget ga siih… Kebayang ya, kalau kita selalu mengukur diri dengan kebahagiaan orang lain, ga akan selesai dengan kebahagiaan diri sendiri. Karena pada akhirny selalu membandingkan dengan orang lain. 

Bahagia itu sederhana. Bisa dari hal-hal yang kecil. Ini 5 hal sederhana yang bisa bikin saya bahagia. 

Bisa menikmati kebersamaan dengan keluarga. Leyeh-leyeh bareng di kasur di hari libur, meskipun ga pergi kemana-mana, tapi bahagia aja bisa menghabiskan waktu bareng keluarga. Bercengkrama dan main bareng. 

Bisa mandi dengan tenang. Haha.. Ini sih harapan emak-emak dengan anak masih kecil yang baru ditinggal bentar udah nyariin emaknya dimana. Momen untuk bisa mandi dengan tenang ini adalah momen yang langka untuk emak-emak. Jadi, kalau ada momen ini, alhamdulillah, bahagianya… 🙂 

Suami pulang cepat dari kantor. Hihi…. Ini salah satu kebahagiaan sederhana saya. Akhir-akhir ini, suami sedang sibuk-sibuknya di kantor, karena amanah baru yang diembannya. Pulang bisa baru malam sekali. Nah, saat suami pulang lebih cepat dari kantor, priceless hehe… 🙂 

Bisa menghirup udara pagi yang segar.  

Saya selalu menyukai pagi. Baik udara maupun suasananya. Bagi saya, bisa menyapa pagi lagi, artinya Allah masih memberi kesempatan bagi saya untuk berbekal kembali. Nikmat yang luar biasa. 

Melihat anak-anak tumbuh sehat. Bisa melihat anak-anak tumbuh sehat adalah salah satu kebahagiaan sederhana bagi seorang ibu. 

~Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu~

~Bergeraklah, karena diam berarti kematian~ 

5 Produk Kosmetika yang Rutin Dipakai

Tarrraaa…. Tema hari ini susah lagi nih buat saya. Hehe… 

Tema hari ini adalah 5 kosmetik yang dipakai dan direkomendasikan. Saya ini, termasuk perempuan yang  ga gaul sama kosmetik atau skin care gitu. Beneran deh, bahkan lipstik pun saya ga punya. Apalagi pakai. Hwuaaa…. Bisa dihitung jari, kapan saya memakai lipstik. 😀 Paling banter ya lip balm dan sejenisnya. 

Tapi, semenjak usia menginjak kepala 3, dan di grup ITBMotherhood ada #kamissyantiek, jadi mulai sedikit aware dengan perawatan diri. Ya, bukan yang kosmetik buat merias sih.. Lebih ke perawatan aja. Dan tujuannya bukan buat diliat orang lain, tapi ya demi suami aja lah ya haha… 🙂 

Ini produk yang biasa saya pakai. 

Skin Aqua SPF 50. Ini salah satu produk yang rutin saya pakai. Dan cukup wajib meskipun lebih banyak aktivitas di rumah. Kalau saya cocok pakai ini. Ga lengket, dan mudah meresap. Oh iya, ini juga produk yang saya juga cukup rajin buat re-apply. Kalau yang lain malah ga pernah hahaha… 🙂

Produk kedua adalah bedak loose powder Wardah. Saya lebih suka memakai bedak tabur dibandingkan bedak padat. Dan sejauh ini, saya cukup cocok dengan produk-produk Wardah, salah satunya bedak tabur ini. Cuma kadang, bedak ini suka ga awet karena sering diaminkan oleh anak saya. Hehe.. Ya dibanting-banting, dimainkan. Hehe..

Produk berikutnya adalah Wardah creamy wash C-Defense. Ini facial wash yang saya suka. Aroma jeruknya terasa kuat, jadi merasa lebih segar gitu.. Hehe… Buat emak-emak kaya saya, harus pinter-pinter cari celah buat balikin energi positif di tengah hiruk pikuk rutinitas. Nah, salah satunya dengan mencuci muka pakai produk ini, biasanya lebih segar ke dalam diri. Hehe..

Selanjutnya, Vaseline petroleum jelly. Ya untuk melembabkan area yang kering. Karena kulit saya termasuk tipe kulit kering. 

Produk terakhir adalah jenis lip balm. Saya suka Nivea. Yang murmer aja. Hehe… Tapi overall, saya suka dengan produk ini kok… 🙂 Saya ga pernah pakai lipstik. Ga pernah tau juga brand-brand yang lagi hits apa. Hehe.. Tapi minimal untuk bibir, saya pakao lip balm. 

~Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu~ 

~Bergeraklah, karena diam berarti kematian~

Hikmah Terjatuh dari Sepeda

Ada banyak kenangan yang tersisa dari masa kecil saya. Baik kenangan yang membuatku bahagia ketika mengingatnya, sedih saat kembali merasakan apa yang dulu pernah dialami, atau dan beribu rasa yang menghampiri. 

Selalu ada hal istimewa yang bisa diingat dalam masa kecil. Kali ini saya ingin menceritakan salah satu fragmen ketika saya masih duduk di bangku kelas 6 SD. 

Saat itu, saya sudah menyelesaikan ujian nasional SD, dan sedang liburan, menanti pengumuman hasil UN. Suatu sore, teman-teman saya datang ke rumah untuk mengajak saya bermain sepeda. Awalnya saya menolak, sebab sepeda saya sudah tidak bisa dipakai saat itu. 

Tapi teman-teman membujuk saya untuk ikut, saya bisa dibonceng oleh teman saya. Akhirnya saya meminta izin ibu untuk pergi bersepeda. Ibu bilang, tidak usah ikut. Di rumah saja. Tapi saya tetap bersikeras untuk ikut teman-teman bersepeda. Akhirnya ibu mengizinkan. 

Saya dan teman-teman bersepeda ke komplek perumahan mewah yang tak jauh dari tempat tinggal kami. Disana kompleknya sangat luas dan jalannya juga cukup lebar. Kami bersepeda cukup lama. 

Saat itu, kami hendak pulang. Saya masih dibonceng oleh teman saya. Ada dua jalan pulang yang bisa kami tempuh. Satu jalan yang lebih dekat, namun turunannya lebih tajam dan cukup menikung, sementara jalan satu lagi, agak jauh, namun turunannya lebih landai. Saat teman saya bertanya lebih baik lewat mana, saya memilih jalan yang lebih dekat, meskipun lebih curam turunannya. 

Teman saya membawa sepedanya ke jalan yang dekat. Kami turun, mulai terasa sepeda meluncur keras, tiba-tiba dari arah bawah, ada sepeda motor. Karena tepat di tikungan, temanku tidak sadar ada motor dari bawah, ia terkejut, lalu membanting stir sepeda ke kiri, dan kami pun terjatuh. Tangan saya sulit digerakkan, karena area siku tergesek aspal dengan keras, aku terkilir, kulit di daerah siku terkelupas. Sedang teman saya lebih beruntung. Hanya celananya yang bergesekan dengan aspal, tidak sampai terluka. 

Karena sulit berjalan, saya diantar oleh satpam komplek menggunakan sepeda motor ke rumah. Sampai di rumah, ayah dan ibu saya terkejut. Lalu ibu mencarikan saya tukang urut untuk tangan yang terkilir. 

Singkat cerita, alhamdulilah saya membaik, meskipun bekas luka di daerah siku masih ada hingga kini. Satu hal yang saya ingat adalah, saat itu saya menyesal sekali tidak mengikuti kata ibu untuk tetap di rumah. Akhirnya saya terjatuh hehe… Itu selalu saya ingat hingga kini. Hikmah yang luar biasa. 🙂 

Jangan abaikan perkataan orangtua, apalagi ibu. 😀 

~Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu~ 

~Bergeraklah, karena diam berarti kematian~

 

5 Keinginan yang Belum Tercapai

Setiap manusia sejatinya memiliki keinginan yang ingin diwujudkan atau dicapai. Keinginan yang tidak akan sama antara satu manusia dengan manusia lainnya. 

Kayanya sampai akhir hidup, manusia akan selalu punya keinginan yang ingin ia capai, bukan? Nah, bicara soal keinginan yang belum tercapai, saya juga punya keinginan yang sampai saat ini belum bisa terwujud. Sekalian mumpung akhir tahun 2018, semoga tulisan ini bisa jadi evaluasi untuk 2019, agar bisa berikhtiar untuk mewujudkan keinginan saya. Insyaallah. 

Pertama, hafizh 30 Juz. Keinginan ini sebenernya sudah dari lama sekali saya simpan dalam diri saya. Inginnya bisa hafizh di usia 30 tahun. namun, di usia 30 lewat 1 tahun ini, saya belum menyelesaikan setoran 30 juz Alquran. Masih bolong-bolong ikut halaqah Qur’an dan setorannya. Tapi kalau menghapal, tetap saya lakukan. Meskipun terasa lebih sulit saat ini, karena biasanya saat menghapal, sering ada interupsi dari anak-anak. hehe. 

Kedua, daftar haji. Hehe.. Ini belum juga dilaksanakan. Masih mengumpulkan dananya. Semoga tahun depan sudah bisa terkumpul dan bisa daftar haji. Kebayang kan ya, daftar antrian haji itu sekarang bisa belasan tahun. Hmm.. Semoga Allah sampaikan kita ke Baitullah yaa…. 🙂

Menulis buku solo berikutnya. Ini keinginan yang juga belum tercapai di tahun ini. Dari buku solo perdana di tahun 2016, hingga 2018 ini saya belum melahirkan buku solo kembali. Buku-buku yang terbit di tahun ini adalah buku antologi. Kadang pengeen banget untuk mencoba menulis solo lagi. tapi, lagi-lagi alasan waktu jadi penghambat. Hehe. Bisa nulis maleem banget. padahal bisa ya, disusahakan setiap hari menulis, toh lama-lama jadi bisa terkumpul juga tulisan. hehe. Insyaallah. 

Melanjutkan kuliah. Naah ini… hehe… pengen kuliah lagi dari dulu. Tapiii ga mau jurusan yang dulu saya ambil saat S1. Hehe.. Pusing, kan mau ambil apa? Wkwkwk…. Kalau cerita sama suami, saat ditanya, mau ambil jurusan apa, masih bingung hehe. Tahun lalu saya sempat iseng (beneran iseng) untuk apply beasiswa Chevening. Lolos? Ya gaklah.. hehe… Orang beneran itu nyobain aja yang nothing to lose hehe… Ga ada persiapan apapun. Dan udah tahu juga kalau ga bakal lolos. 

Terus, kenapa dilanjutin? Hehe… Soalnya saya ingin merasakan seperti dulu saat mencoba berbagai kesempatan beasiswa. Ingin mencoba “suasana” seperti dulu lagi. Haha.. Iseng banget ya… Tapi beneran, kalau keinginan saya untuk melanjutkan kuliah ini serius loh. 🙂

Keinginan yang kelima, yang belum tercapai adalah bisa mengendarai motor. Hoho… receh banget yaa.. Tapi saya memang belum bisa mengendarai motor. Baru bisa nyetir mobil aja. Tapi akhir-akhir ini merasa butuh untuk bisa bawa motor. Mobilitas untuk antar jemput anak atau beli bahan keperluan rumah, lebih enak pakai motor, apalagi dengan rumah di daerah gunung. bawa mobil kalau jaraknya cuma dekat-dekat aja, rasanya sayang. hehe.. Kecuali kalau bareng sama anak-anak. 

Hihi… itu 5 keinginan saya yang belum tercapai. Sebenernya kalau mau didetailin, masih banyak deh keinginan yang belum tercapai. Yaiyalah yaa…. Namanya manusia, ada aja yang diinginkan 🙂

Semoga teman-teman bisa mencapai apa yang ingin diraih di 2019 ya… Biidznillaah… 🙂

~Bersegeralah, karena waktu takkan menantimu~

~Bergeraklah, karena diam berarti kematian~

Menyesal dalam Hidup

Hidup mana pernah sih selalu sesuai dengan yang kita inginkan? Dalam hidup, kita juga tak selalu bahagia, bukan? 

Ada kecewa, sedih, marah, gembira, bahagia, semua datang silih berganti dalam hidup kita. Ga mungkin kita berharap bisa bahagia terus. Saat ada sesuatu yang tidak sesuai dengan harapan kita, adakalanya membuat kita sedih atau kecewa. 

Begitupun saya. Selama 31 tahun diberi kesempatan untuk menghirup udara di dunia, saya mengalami semua rasa itu. Kadang saya bisa menangis sesenggukan, marah-marah geje, hehe.. Atau bisa tertawa begitu lepas. 

Bicara tentang penyesalan, rasanya wajar ya perasaan menyesal itu kalau pernah kita rasakan. Menyesal mengapa kita tidak lebih dulu, menyesal mengapa kita tidak berusaha lebih baik, menyesal kenapa harus memilih dia, menyesal kenapa harus berhenti, dan lain sebagainya. Bagi saya, menyesal adalah proses yang wajar dan alamiah dirasakan oleh manusia. 

Namun, di dalam Islam, perasaan menyesal ini pun ada tuntunannya. Bagaimana dalam hadits Rasulullah pun ada yang menerangkan tentang ini. 

Bersungguh-sungguhlah dalam hal-hal yang bermanfaat bagimu dan mohonlah pertolongan kepada Allah (dalam segala urusan), serta janganlah sekali-kali kamu bersikap lemah. Jika kamu tertimpa sesuatu (kegagalan), maka janganlah kamu mengatakan, ‘seandainya aku berbuat demikian, pastilah tidak akan begini atau begitu’. Tetapi katakanlah, ‘ini telah ditakdirkan oleh Allah dan Allah berbuat sesuai dengan apa yang dikehendaki’. Karena sesungguhnya perkataan seandainya akan membuka (pintu) perbuatan setan”. (HR. Muslim no. 2664)

Ternyata, berkata “seandainya aku berbuat demikian, pastilah tidak akan begini atau begitu..”  tidak disukai oleh Allah dan Rasulnya, karena dapat membuka pintu perbuatan setan. Kalimat ini pun sama maknanya dengan penyesalan. 

Bukan berarti kita tidak boleh menyesal, karena penyesalan adalah sesuatu yang sulit dihindari saat kita terbentur dengan kenyataan hidup yang tidak mengenakkan, hehe… Namun, yang perlu diperhatikan adalah penyesalan yang berkepanjangan, dan menjurus jadi meratapi nasib. Hehe… 

Kadang ya… Godaan setan itu luar biasa banget… Bikin diri ga mau bersyukur.. Lupa aja gitu kalau nikamat yang sudah diberi itu jauh lebih banyak dari kesusahan yang kita rasakan.

Jadi, apakah yang saya sesali? Dari sekian banyak pengalaman penyesalan, yang paling bikin kepikiran adalah kenapa saat dulu belum menikah, saya tidak optimal dalam menghapal Alquran. Kenapa nyesel? Iya, soalnya mau menghapal Alquran saat menikah dan punya anak itu tantangannya banyak banget. Waktunya udah ga fleksibel seperti dulu. Hehe.. Itu aja sih. Tapi ga sampai meratapi, yang ada ya saat ini saya ikhtiar lebih keras aja. 

Kalau teman-teman, gimana menyikapi penyesalan yang ada? 

~ Bersegeralah karena waktu takkan menantimu ~ 

~ Bergeraklah, karena diam berarti kematian ~